Logo Header Antaranews Sulteng

Kpu: Tidak Ada Perubahan Dpt Pilkada Morowali

Jumat, 8 Februari 2013 17:51 WIB
Image Print
Ketua KPU Sulawesi Tengah Adam Malik (Foto : Adha Nadjemuddin)

Palu, (antarasulteng.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah menyatakan tidak ada perubahan daftar pemilih tetap (DPT) saat pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Morowali, Sulawesi Tengah, pada awal Maret 2013.

"Jumlah DPT masih sama, PSU Pilkada Morowali juga tidak melalui kampanye," kata Ketua KPU Sulawesi Tengah Adam Malik usai penandatanganan pemberian dana hibah Pilkada Morowali di Palu, Jumat.

Jumlah DPT di Kabupaten Morowali saat ini mencapai 147.301 orang yang tersebar di 450 tempat pemungutan suara.

Dia mengatakan jumlah DPT itu sesuai dengan Pilkada putaran pertama yang berlangsung pada 27 November 2012.

KPU Sulawesi Tengah beserta KPU Kabupaten Morowali segera melakukan persiapan pelaksanaan pemungutan suara ulang, seperti pengadaan logistik pilkada dan pembentukan panitia.

"Kita berharap pelaksanaan pemungutan suara bisa berjalan sesuai jadwal, yakni pada 6 Maret 2013. Olehnya, kita harus bekerja sejak sekarang," ujar Adam Malik.

Pemungutan suara Pilkada Morowali putaran pertama berlangsung pada 27 November 2012 dengan diikuti lima peserta. Sementara pemungutan suara ulang dijadwalkan akan berlangsung pada 6 Maret 2013 dengan diikuti empat pasangan.

Seluruh tahapan Pilkada Morowali sendiri menghabiskan dana sebesar Rp25,1 miliar yang terbagi dari dana putaran pertama sebesar Rp13,4 miliar dan putaran kedua sebanyak Rp11,7 miliar.

Peserta Pilkada Morowali berkurang satu karena Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan putaran pertama banyak kecurangan, salah satunya adalah diloloskannnya calon yang sebenarnya tidak layak dari segi kesehatan.

Meski tidak ada kampanye, saat beberapa waktu lalu telah ditemukan selebaran kampanye hitam yang mengarah pada calon tertentu.

Dalam selebaran yang pembuatnya mengatasnamakan Barisan Peduli Morowali (BPM) itu tersurat pesan bahwa kandidat yang telah kalah dalam Pilkada pada akhir November 2012 merupakan pasangan haus kekuasaan dan akan mengancam persatuan.

Selebaran itu beredar luas di pangkalan ojek, warung, terminal dan tempat publik lainnya.

Polisi sendiri sudah mengambil selebaran itu dan berupaya mencari pelakunya.

"Kita terus berkoordinasi dengan KPU untuk mengamankan Pilkada Morowali," kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana.(R026/SKD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026