Logo Header Antaranews Sulteng

Warga Desa Rahmat Butuh Air Bersih

Rabu, 23 Mei 2012 07:52 WIB
Image Print
Kami selama ini mengambil air dari sungai setempat," kata Hasan, seorang warga Dusun IV Karunia Desa Rahmat,Rabu."

Palu - Warga lima dusun di Desa Rahmat, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sangat membutuhkan sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Kami selama ini mengambil air dari sungai setempat," kata Hasan, seorang warga Dusun IV Karunia Desa Rahmat,Rabu.

Ia mengemukakan untuk kebutuhan air minum dan masak warga memanfaatkan air sungai karena tidak ada sumber air lain.

Saat air sungai banjir atau keruh, warga terpaksa mencari sumber air bersih di desa lain dengan jarak yang cukup jauh hingga beberapa kilometer.

Hal senada juga disampaikan Manto, warga Dusun V. Ia mengatakan semua warga dusun itu menggunakan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga.

"Kalau airnya keruh terpaksa harus ditampung dan dibiarkan semalam baru kemudian bisa digunakan untuk memenuhi kebuhan minum dan masak," kata pria empat anak itu.

Dusun IV dan V Desa Rahmat merupakan permukiman masyarakat suku Kaili Da`a dan Ledo.

Masyarakat di dua dusun tersebut sangat berharap pemerintah kabupaten Sigi bisa membangun sarana air bersih di Desa Rahmat guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Rahmat Y Surajama membenarkan permasalahan utama yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah menyangkut kebutuhan air bersih.

Selama ini, katanya, masyarakat di Desa Rahmat kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat hanya memanfaatkan air sungai.

"Kita ketahui bersama kualitas air sungai tidak bisa dijamin karena sewaktu-waktu dapat tercemar dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia," katanya.

Surajama mengaku sudah berkali-kali menyampaikan permasalahan tersebut kepada pemerintah kecamatan Palolo dan juga Pemkab Sigi, tetapi hingga kini belum mendapat perhatian.

Padahal, permasalahan tersebut sangat mendesak bagi masyarakat karena menyangkut air bersih yang merupakan kebutuhan utama.

Desa Rahmat terbentuk sejak 1975 dengan populasi penduduk sampai saat ini berjumlah 2.452 Jiwa dan mata pencaharian utama sebagai petani sawah, ladang dan kakao.

Luas wilayah Desa Rahmat mencapai 2.000 meter per segi berbatasan langsung dengan Kecamatan Lindu dan kawasan Taman Nasional Lore-Lindu.

Desa paling timur di Kecamatan Palolo tersebut pada 21 Mei 2012 dikunjungi Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

Kunjungan Mensos Salim Segaf Al Jufri dan Gubernur Djanggola ke Desa Rahmat dalam rangka menyerahkan bantuan sosial kepada Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Klasis Sigi dan Lore yang mengadakan bakti sosial berupa sunatan masal dan penanaman pohon.

Untuk mendukung kegiatan sosial tersebut mensos memberikan bantuan sebesar Rp73 juta yang diterima oleh Ketua Panitia bakti sosial PPGT Klasis Sigi dan Lore Pendeta JK Akakib. (BK03)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026