
200 Orang Mengungsi Akibat Bentrok di Palu

Sekitar 250 aparat keamanan masih bersiaga di sekitar lokasi bentrok guna mengantisipasi kejadian susulan."
Palu (antarasulteng.com) - Sekitar 200 warga di perbatasan Kelurahan Duyu dan Kelurahan Pengawu, Kota Palu, Rabu, mengungsi karena khawatir akan terjadi bentrok susulan.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palu, Jamaluddin Parenrengi di lokasi bentrok mengatakan 200-an orang itu adalah data sementara yang dikeluarkan oleh pejabat desa.
Para pengungsi tersebut sebagian besar menuju ke kediaman kerabatnya karena khawatir rumahnya menjadi sasaran pelaku bentrok.
Selain mengungsi ke rumah tetangga, terdapat pula sebuah masjid yang dijadikan tempat bernanung sementara korban bentrok.
Para pengungsi yang berada di masjid itu sebagian besar adalah pendatang atau bukan penduduk asli Kota Palu.
Para pengungsi mengemasi barang-barang berharga seperti kasur, lemari, televisi, perlengkapan dapur serta perabot rumah tangga lainnya. Barang-barang tersebut diangkut menggunakan gerobak dan mobil sewaan.
Jamaluddin mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan makanan kepada para pengungsi selama tujuh hari ke depan.
Namun Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Palu mengaku kesulitan menyalurkan bantuan karena lokasi pengungsian tersebar di sejumlah tempat.
"Kalau lokasi pengungsian berada di satu titik, penyaluran bantuan akan lebih mudah," katanya.
Bentrok yang terjadi pada Selasa (4/6) petang itu menyebabkan satu orang tewas dan sembilan rumah hangus terbakar.
Selain itu, sejumlah rumah juga rusak terkena lemparan batu serta belasan warga mengalami luka-luka terkena senapan angin, anak panah dan terkena lemparan batu.
Saat ini sekitar 250 aparat keamanan masih bersiaga di sekitar lokasi bentrok guna mengantisipasi kejadian susulan.
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
