150 hektare lahan sawah di Tanah Datar kekeringan akibat kemarau

id Lahan persawahan kering,tanah datar,sumbar

Lahan persawahan yang kekeringan di Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kabupaten Tanah Datar. (Antara Sumbar/Etri Saputra )

Batusangkar, (ANTARA) - Sekitar 150 hektare lahan sawah milik petani di Jorong Sungai Salak, Kecamatan Tanjung Ameh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami kekeringan setelah lebih dari sebulan hujan tidak turun di daerah itu.

"Sawah di Jorong Sungai Salak sebagian besar merupakan lahan tadah hujan. Warga hanya mengharapkan air hujan bila hendak ke sawah, kalau musim panas seperti ini terpaksa dibiarkan saja hingga musim hujan tiba," kata warga setempat, Malin Sirah (45) di Batusangkar, Jumat (23/8).

Akibat kondisi ini sekitar 150 hektare lahan pertanian di daerah itu terpaksa dibiarkan menganggur.

Bahkan ada juga lahan warga yang terpaksa dibiarkan keras selama setahun, karena petani tidak mungkin memaksakan bertanam padi kalau tidak memungkinkan terjangkau air.

"Saat musim panas ini karena ke sawah tidak memungkinkan, warga setempat menggantungkan hidupnya dengan mengambil getah karet," katanya.

Baca juga: Anies minta warga bersiap hadapi kemarau panjang dengan hemat air
Wali Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Ameh, Bakhtiar. (Antara Sumbar/Etri Saputra )


Sementara Wali Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Ameh Bakhtiar membenarkan 150 hektare lahan pertanian di Jorong Sungai Salak kekeringan sehingga berdampak kepada ekonomi warga setempat.

"Hujan yang tak kunjung turun terpaksa lahan warga menganggur akibat tidak mendapatkan pasokan air yang memadai," katanya.

Untuk mengalirkan air ke sawah warga sebelumnya telah dilakukan upaya peninjauan lokasi oleh pemerintah daerah untuk membuatkan saluran irigasi.

"Namun upaya itu sepertinya tidak berhasil, karena dari hitungan mereka membutuhkan biaya yang cukup banyak," kata Bakhtiar.

Ia mengatakan lahan pertanian masih dibiarkan menganggur disebabkan para petani khawatir jika mereka memaksakan menanam justru akan gagal panen, karena air tidak mencukupi sehingga lahan dibiarkan menganggur untuk mengantisipasi kerugian. 

Baca juga: 140 ribu liter air didistribusikan ACT ke wilayah kekeringan Sumsel
Baca juga: Kurangi dampak kekeringan, MRI-ACT Jateng salurkan bantuan air bersih

Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar