BJ Habibie wafat - Longki: Bapak bangsa dengan banyak penghargaan

id Habibie Wafat,Gubernur Sulteng,Longki Djanggola,Fauzi Lamboka

Karangan bunga duka cita dari Presiden Joko Widodo di rumah almarhum Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan almarhum Profesor Doktor Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang dikenal dengan sebutan BJ Habibie sebagai sosok bapak bangsa dengan banyak penghargaan yang disematkan kepadanya.

“Mewakili masyarakat Sulawesi Tengah, saya mengucapkan turut berduka cita dan semoga almarhum BJ Habibie husnul khatimah,” kata Longki dihubungi di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Kemristekdikti: Habibie jadi teladan bagi anak bangsa Indonesia

Menurut Longki, sosok Presiden RI ketiga itu sangat layak disebut sebagai Bapak Reformasi, Bapak Demokrasi, Bapak Kebebasan Pers, Bapak Teknologi dan masih banyak penghargaan yang beliau dapatkan semasa hidupnya.

“Bangsa Indonesia kehilangan BJ Habibie sebagai putra terbaik bangsa, pemimpin yang sangat sederhana, kharismatik dan yang patut diteladani oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Longki.

Baca juga: Golkar Surabaya : BJ Habibie pengawal transisi demokrasi Indonesia

BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta pada Rabu. Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 itu wafat akibat masalah pada jantungnya.
 

Habibie Wafat - Selamat jalan Bapak Teknologi Indonesia


Gubernur juga mengajak kepada jajaran aparatur pemerintah serta seluruh komponen masyarakat Sulawesi Tengah turut mendoakan almarhum dengan melaksanakan shalat gaib.

Baca juga: BPPT: Habibie wariskan semangat mencetak lompatan teknologi

Selain itu, seluruh masyarakat diimbau untuk menaikkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung nasional selama tiga hari berturut-turut.

Baca juga: Wali Kota Parepare kehilangan sosok BJ Habibie

Pewarta : Fauzi
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar