Dua pengawas Pemilu 2019 di Yogyakarta terima santunan

id Bawaslu, santunan,pemilu,santunan

Pemberian santunan dari Bawaslu kepada pengawas TPS di Yogyakarta yang jatuh sakit usai bertugas di Pemilu 2019. ANTARA/Eka Rusqiyati

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu melalui Badan Pengawas Pemilu Kota Yogyakarta menyalurkan santunan kecelakaan kerja bagi dua pengawas pemilu di Kota Yogyakarta yang jatuh sakit dan harus menjalani perawatan medis usai menjalankan tugas mengawasi Pemilu 2019.

“Santunan memang baru bisa dicairkan saat ini karena membutuhkan proses verifikasi yang berjenjang,” kata anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Yogyakarta Noor Samudra di Yogyakarta, Senin.

Dua petugas pengawas pemilu di Kota Yogyakarta yaitu Dicko Rahardian dan Lily Puntiana masing-masing menerima santunan dalam jumlah yang sama yaitu Rp8,25 juta.

“Santunan ini merupakan bentuk perhatian Bawaslu kepada jajarannya yang telah mengabdikan diri dan bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan beban keuangan keluarga,” katanya.

Juga baca: KPU serahkan santunan untuk ahli waris petugas KPPS di Bekasi

Juga baca: Bawaslu santuni pengawas Pemilu Inhu yang meninggal saat tugas

Juga baca: 13 petugas Pemilu Kabupaten Kupang belum dapat santunan

Dicko yang bertugas di TPS 30 Mujamuju harus menjalani rawat inap selama tiga hari di RS Panti Rapih dan dilanjutkan dengan rawat jalan di RS Hidayatullah. Sedangkan Lily yang mengawasi TPS 17 Wirobrajan harus menjalani tindakan operasi di RS PKU Muhammadiyah.

“Bantuan ini sangat meringankan beban keuangan karena saya masih harus menjalani pengobatan hingga tiga bulan ke depan,” kata Lily yang menjalani operasi penyedotan cairan di paru-paru sebelah kiri.

Lily yang sehari-hari bekerja sebabagi guru PAUD itu mengatakan sudah mengalami sakit kepala sebelum bertugas di TPS dan rasa sakit yang dideritanya tidak hilang usai bertugas.

“Saya pun memeriksakan diri dan diketahui ada cairan di paru-paru sehingga diperlukan tindakan bedah,” katanya yang menanggung semua biaya pengobatan secara mandiri.

Sedangkan Dicko menyatakan memiliki riwayat vertigo. “Sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Tetapi, ada beberapa obat yang masih harus ditebus mandiri. Santunan ini sangat membantu,” katanya.

Dalam pelaksanaan Pemilu 2019, Bawaslu Kota Yogyakarta memiliki 1.373 pengawas TPS, 45 pengawas pemilu di tingkat kelurahan, 42 pengawas di tingkat kecamatan dan tiga pengawas di tingkat kota serta didukung 80 staf.

“Tugas pengawas juga cukup berat. Kami memiliki komitmen untuk memastikan bahwa Pemilu di Kota Yogyakarta berjalan dengan baik. Dari ribuan pengawas, hanya dua yang sakit. Tentunya, pengabdian mereka harus diapresiasi,” kata anggota Bawaslu Yogyakarta Muhammad Muslimin.


Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar