Usai hujan kualitas udara Batam kembali sehat

id Karhutla batam, kabut asap batam,kebakaran hutan,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla,karhutla

Warga Batam menjalankan Shalat istisqa, Jumat (20/9/2019). ANTARA/Yunianti Jannatun Naim/am.

Batam (ANTARA) - Kualitas udara di Kota Batam Kepulauan Riau kembali sehat usai hujan yang mengguyur kota kepulauan itu selama beberapa saat pada Senin.

Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BPTKLPP) Kelas I Batam, Slamet mengatakan kadar Indeks Standar Pencemaran Udara sempat turun hingga menjadi 39 pada sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.

"Dan pada pukul 16.30 WIB, naik lagi menjadi 44," kata Slamet.

Kualitas udara dikatakan sehat bila ISPU di bawah 99, tidak sehat bila ISPU 100 hingga 199, sangat tidak sehat bila ISPU 200 hingga 299, berbahaya bila ISPU 300 hingga 399 dan sangat berbahaya bila ISPU di atas 400.

Baca juga: Kabut asap tidak ganggu pelayaran Batam

Baca juga: Sempat mengalami tidak sehat kualitas udara di Kota Batam


Sebelum hujan, kualitas udara di Kota Batam sempat mencapai 103, kategori tidak sehat.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam Batam, Suratman, mengatakan hujan turun relatif merata di seluruh Kepri, termasuk Batam pada Senin siang.

Hujan yang turun merata di penjuru provinsi kepulauan itu diharapkan dapat menghalau kabut asap yang selama beberapa hari ini menaungi Kepri.

Ia mengatakan hujan yang mengguyur Kota Batam dan sekitarnya itu terjadi alami, bukan karena proses penggaraman yang terjadi di Pulau Sumatera.

"Hujan dari arah timur, menuju ke Batam, Kepri. Pergerakan awan menuju Pulau Sumatera, Riau," kata dia.*

Baca juga: Kabut asap berkurang akibat hujan guyur Kota Batam

Baca juga: Pemkot Batam imbau ibu hamil tidak keluar rumah

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar