Komposisi tim ekonomi kabinet Indonesia Maju beri sinyal positif pasar

id kabinet Jokowi,menteri jokowi,presiden Jokowi,ekonomi Indonesia

Ekonom Universitas Indonesia (kanan) Dr. Rizal E Halim. HO/Dokumentasi pribadi.

Depok (ANTARA) - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Dr. Rizal E Halim menilai komposisi tim ekonomi kabinet Indonesia Maju yang dibentuk oleh Presiden Jokowi dan wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sinyal positif bagi pasar.

"Masuknya kalangan profesional tentunya memberikan angin segar bagi perekonomian Indonesia," kata Rizal Halim ketika dihubungi ANTARA menanggapi terbentuknya Kabinet Indonesia Maju, di Depok, Jawa Barat, Rabu

Menurut dia,  kondisi itu menunjukkan bahwa tim ekonomi menonjolkan sikap profesionalitas yang diharapkan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Baca juga: Kabinet baru, Ini tim ekonomi Jokowi

Rizal berharap tim ekonomi ini mampu meningkatkan ekspor sehingga bisa meningkatkan neraca perdagangan Indonesia menjadi positif.

"Kinerja produktivitas industri manufaktur harus digenjot, inefisiensi baik dari sisi birokrasi maupun infrastruktur harus bisa dibenahi," katanya.

Ia mengatakan bahwa yang perlu dilakukan adalah membenahi kinerja perdagangan Indonesia dan juga bisa memperkuat nilai tukar rupiah.

Baca juga: Lima tahun Jokowi-JK, pencapaian dan tantangan tim ekonomi ke depan

Dikatakannya bahwa sosok Erick Thohir, bukan hanya pengusaha profesional kelas nasional tapi sudah kelas dunia sehingga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Indonesia.

"Sepak terjangnya di dunia bisnis sudah tak diragukan lagi," jelasnya.

Rizal juga menilai dipilihnya pendiri Gojek Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang bukan tim kabinet ekonomi, mungkin dikarenakan presiden punya pertimbangan tersendiri.

"Dilihat background pendidikannya di luar negeri, mungkin bisa memberikan dampak bagi pendidikan Indonesia ke depannya," tegasnya.

Baca juga: Kadin harap tim ekonomi baru lanjutkan komunikasi dengan dunia usaha

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar