Polisi Blitar tangani warga nekat bunuh diri

id polresta blitar,bunuh diri ,diduga hubungan asmara,pemuda bunuh diri ,blitar hari ini

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP Heri Sugiono. (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

Blitar (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kota Blitar, Jawa Timur, menangani warga yang nekat bunuh diri karena diduga terjadi masalah dalam asmaranya yang diperoleh dari hasil penyelidikan petugas di telepon seluler korban.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP Heri Sugiono mengemukakan, korban diketahui bernama Endri (30), warga Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Korban ditemukan oleh adik yang bersangkutan yang bernama Edi Darsono, Minggu siang yang merasa curiga sebab korban lama tidak keluar dari kamar.

"Adik korban sedang di dalam rumah dan curiga karena korban lama tidak keluar dari kamar. Kemudian adik korban mengetuk pintu beberapa kali akan tetapi tidak dibukakan pintu. Akhirnya memanggil tetangga untuk meminta bantuan mendobrak pintu kamar korban," katanya di Blitar, Minggu.

Adik korban melihat kakaknya telah gantung diri dengan tali kain batik yang dililitkan di kayu penyangga plafon dalam kamar korban. Ibu korban yang juga mengetahui hal tersebut kaget, hingga akhirnya kejadian itu dilaporkan ke polisi.

Polisi yang datang ke lokasi langsung berusaha untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi termasuk memeriksa barang pribadi milik korban termasuk telepon seluler.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui tentang isi percakapan telepon seluler korban, bahwa korban berkomunikasi dengan seorang perempuan (teman dekat) yang isi percakapan tersebut si korban mempunyai hubungan asmara dengan perempuan tersebut yang diketahui beralamat di Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Petugas juga memeriksa tubuh yang bersangkutan dan ternyata tidak ditemukan bekas atau tanda penganiayaan pada tubuh korban. Keluarga korban juga tidak menghendaki dilakukan autopsi pada jenazah yang bersangkutan, sehingga rencananya segera dimakamkan.

"Tadi dilakukan visum luar korban dan tidak ditemukan tanda penganiayaan. Keluarga korban juga tidak menghendaki dilakukan autopsi pada jenazah yang bersangkutan," kata dia.

Kendati begitu, petugas tetap berupaya untuk mengusut pasti masalah ini, sehingga bisa dipastikan penyebab pasti kejadian bunuh diri tersebut. 

Baca juga: Polisi Blitar tahan lima pelaku terkait penggandaan uang

Baca juga: Polisi Blitar tangani kasus penggandaan uang

Baca juga: Kasus penghinaan terhadap Presiden Jokowi dilimpahkan ke Kejari Blitar

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar