BNN: Agar sukses berantas narkoba, hilangkan egosektoral

id Eko daniyanto

Inspektur Utama Badan Narkotika Nasional Irjen Pol Eko Daniyanto (kiri). ANTARA/Anita Permata Dewi

Jakarta (ANTARA) - Inspektur Utama Badan Narkotika Nasional Irjen Pol Eko Daniyanto meminta sejumlah lembaga terkait untuk menghilangkan egosektoral agar sukses dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

"Kerja BNN sudah luar biasa maksimal, sekarang bagaimana supaya lebih baik lagi. Berarti kan BNN tidak bisa berdiri sendiri, harus sinergi dengan kepolisian, instansi terkait, harus hilangkan egosektoral, saling dukung," kata Irjen Eko di Jakarta, Jumat (14/2).

Ia menegaskan bahwa upaya memberantas narkoba tidak bisa dilakukan oleh BNN sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama yang baik dengan lembaga-lembaga terkait lainnya.

Pihaknya mengatakan bahwa kinerja BNN sejauh ini sudah baik.

Ia menyebut kerja optimal BNN terlihat dari hasil penelitian BNN bekerja sama dengan beberapa universitas mengenai prevalensi narkoba.

Hasilnya, kini tercatat ada 3,5 juta penyalahguna narkoba di Indonesia. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan dengan jumlah penyalahguna narkoba pada 2015-2016 yang mencapai lima juta orang.

"Ini suatu prestasi. Berarti mengalami penurunan," katanya.

Baca juga: BNN kukuhkan Didi Kempot sebagai relawan antinarkoba

Setelah Eko dilantik menjadi Irtama BNN, pihaknya akan mengutamakan pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pelaksanaan rehabilitasi bagi para pecandu dan penyalahguna narkoba.

"Mengutamakan pencegahan, melaksanakan rehabilitasi terhadap para pecandu dan penyalahguna narkoba," katanya.

Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan kebijakan kepala BNN dan salah satu program Presiden Joko Widodo.

"Prioritasnya kami mengikuti apa yang menjadi kebijakan kepala BNN, misi visinya pencegahan dan rehabilitasi yang mana itu masuk dalam program presiden," katanya.

Dalam kinerjanyai di BNN, mantan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri itu, akan memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran menghasilkan "outcome" sesuai dengan kinerja yang diharapkan.

"Anggaran berbasis kinerja, semua 'outcome'-nya adalah hasil yang ingin dicapai tentu saja, uang yang terserap dan harus ada hasil yang dicapai juga," katanya.

Baca juga: BNN razia hiburan malam, 108 pengunjung terindikasi positif narkoba
Baca juga: BNN RI menolak tegas usulan ekspor ganja

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar