Penerapan relaksasi usai PSDD di zona merah Papua terus dipantau

id Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD),papua,relaksasi,sekda,ridwan rumasukun,corona,covid-19,protokol kesehatan

Penjabat Sekda Provinsi Papua Ridwan Rumasukun saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jayapura, Jumat (5/6/2020). (FOTO ANTARA/ Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melakukan pemantauan penerapan relaksasi (pelonggaran) usai pemberlakuan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) setelah penandatangan kesepakatan bersama mengenai jam beraktivitas bagi masyarakat di 14 kabupaten/kota zona merah COVID-19.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Ridwan Rumasukun di Jayapura, Jumat, mengatakan surat edarannya sudah ada sehingga pekan depan akan digelar apel gabungan untuk bagaimana menyosialisasikan apa yang sudah disepakati bersama.

"Hari ini, khususnya di lingkungan Pemprov Papua dilakukan penyemprotan disinfektan pada kantor-kantor dan instansi, lalu dilanjutkan dengan apel gabungan pada pekan depan," katanya.

Menurut Ridwan, kondisi akan menjadi normal namun dengan cara "normal baru" yakni menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi di dalam kantor harus ada jarak 1-1,5 meter sehingga dalam suatu jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang pegawainya banyak, pimpinannya harus mengatur pembagian agar stafnya masuk sesuai dengan 'shift' yang sudah dibuat," katanya.

Dia menjelaskan jika pegawai masuk semua, maka akan melanggar protokol kesehatan yang sudah ditetapkan sehingga pegawai bekerja sesuai dengan "shift"-nya masing-masing.

"Setelah apel gabungan pekan depan, pimpinan instansi masing-masing akan diberikan arahan bagaimana mengatur dinasnya masing-masing," katanya.

Mulai pekan depan absen pegawai harus dilakukan secara manual dan bukan lagi dengan sistem sidik jari untuk mengikuti protokol kesehatan dalam penanganan pandemi COVID-19 ini, demikian Ridwan Rumasukun.

Baca juga: Sosialisasi penerapan protokol kesehatan di Papua ditingkatkan

Baca juga: Pembatasan sosial di Kota Jayapura diperpanjang sampai 19 Juni

Baca juga: Bertambah satu, positif COVID-19 Kabupaten Jayapura naik 73 orang

Baca juga: Ada 18 tambahan, positif COVID-19 di Papua naik menjadi 752 orang

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar