Pekalongan ajak akademisi implementasikan penerapan protokol kesehatan

id Pemkot Pekalongan, Kampus Siaga Candi

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz didampingi Wakil Kepala Polres Pekalongan Kompol Gangsar Subagyo usai meresmikan Kampus Siaga Candi di Universitas Pekalongan. (ANTARA/Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, bersama Tim Satuan Tugas COVID-19 mengajak akademisi mengimplementasikan penerapan disiplin protokol kesehatan sebagai upaya menekan laju penyebaran COVID-19.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz pada acara peresmian Kampus Siaga Candi di Universitas Pekalongan (Unikal), Kamis, mengatakan bahwa sudah saatnya para akademisi ikut memberikan edukasi penerapan disiplin protokol kesehatan pada masyarakat.

"Pencanangan kampus siaga candi ini sebagai pelopor dalam mematuhi protokol kesehatan dapat memberikan kontribusi dalam menahan laju penyebaran COVID-19 karena kasus ini cenderung bertambah," katanya.

Ia mengatakan pemkot menyambut positif terhadap langkah yang dilakukan jajaran Kepolisian Resor Pekalongan Kota yang telah menginisiasi pencanangan Universitas Pekalongan sebagai "Kampus Siaga Candi".

"Kami menyambut gembira atas pencanangan Kampus Siaga Candi untuk bersama-sama berpartisipasi menerapkan protokol kesehatan melalui 4M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," katanya.

Baca juga: Puan: Kantor pemerintah beri contoh terapkan disiplin prokes COVID-19

Baca juga: Kemenkes siapkan protokol pencegahan COVID-19 di pengungsian


Saelany juga menekankan bahwa civitas akademika kampus juga diharapkan bisa terjun langsung memberikan contoh penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

"Semoga kegiatan pencanangan ini tidak hanya sekadar seremonial saja melainkan ada tindaklanjut nyata di tengah masyarakat. Kami terus dorong untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Wakil Kepala Polres Pekalongan Kota Kompol Gangsar Subagyo mengatakan saat ini sudah ada dua "Kampus Siaga Candi" yang telah dibentuk oleh polresta yaitu IAIN dan Universitas Pekalongan.

Selain membentuk Kampus Siaga Candi, kata dia, pihaknya menargetkan seluruh kampung dan pondok pesantren (ponpes) akan menjadi sasaran dalam upaya menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Kontribusi kampus dalam edukasi tentang pencegahan COVID-19 kepada masyarakat sangat dibutuhkan. Oleh karena, kami menargetkan sebanyak mungkin instansi perguruan tinggi untuk turut berkontribusi membantu pemerintah dalam upaya pencegahan COVID-19," katanya.

Baca juga: Pemkot-Polresta Pekalongan canangkan wisata kuliner siaga candi

Baca juga: Wali Kota: Warga disiplin prokes, Banda Aceh jadi oranye


 

Pewarta : Kutnadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar