Polres Bangli dan Kodim gorong-royong buka jalan ke Trunyan

id Polres Bangli, kodim Bangli, gempa Karangasem, Kapolres Bangli,Desa Trunyan

Polres Bangli dan Kodim gorong-royong buka jalan ke Trunyan

Anggota Polres Bangli, Kodim Bangli, BPBD Bangli bergorong-royong membersihkan tanah longsor untuk membuka jalan dibantu sejumlah alat berat. ANTARA/HO-Humas Pemkab Bangli

Bangli, Bali (ANTARA) -
Polres Bangli bersama Kodim 1626 Bangli serta Pemda Bangli melakukan gotong royong membuka akses jalan menuju Desa Trunyan yang tertimbun tanah longsor akibat gempa bumi di Karangasem, Sabtu dinihari.

Pembersihan dimulai dengan apel bersama TNI-Polri dan BPBD di Dermaga Kedisan, Kintamani, Bangli, Minggu, yang dipimpin oleh Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan dan Dandim 1626 /Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana SIP.

Usai apel, mereka langsung bekerja membersihkan tanah longsor menggunakan alat berat yang dimulai dari titik pertama di Desa Buahan Kintamani, Bangli.

Kapolres Bangli menyampaikan gempa kemarin telah membuat sejumlah tebing longsor yang menutup beberapa jalan menuju Desa Trunyan. Akibat jalan tertutup maka evakuasi korban longsor terpaksa menyeberangi danau. Secara bergotongroyong, Polri, TNI dan masyarakat menyingkirkan tanah dan membuka jalan.

Baca juga: Wapres prihatin atas gempa Bali
Baca juga: Kepala BNPB lakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempa Bali


Dengan terbukanya jalan, akan memudahkan evakuasi dan menyalurkan bantuan kepada korban dan masyarakat setempat, ujar Kapolres Bangli
 
Longsor di sepanjang jalan menuju Trunyan terdiri dari tanah dan bebatuan termasuk batu yang berukuran besar sehingga alat berat yang ada tidak mampu memindahkan.

"Untuk itu BPBD masih melakukan koordinasi, mudah-mudahan longsoran secepatnya dapat diselesaikan, " tegas AKBP I Gusti Agung Dana Aryawan.

Gempa yang melanda wilayah Provinsi Bali dengan magnitudo 4,8 pada Sabtu (16/10) pukul 03.18 WIB menyebabkan kerusakan di sejumlah titik dan jatuhnya korban jiwa di mana daerah yang memiliki dampak cukup besar yakni berada di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karang Asem.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun per Sabtu (16/8), pukul 18.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat jumlah korban akibat gempa itu, meninggal dunia (MD) 2 orang, luka berat (LB) 2 orang, luka ringan (LR) 4 orang di Kabupaten Bangli dan 1 orang (MD), 11 orang (LB), 8 orang (LR) di Kabupaten Karangasem.

Baca juga: Basarnas evakuasi tiga korban meninggal akibat gempa di Bali
Baca juga: TNI AD kerahkan 44 personel bantu evakuasi korban gempa di Bali
Baca juga: Warga tiga desa di Kintamani Bangli terisolir akibat gempa Bali

Pewarta : Adi Lazuardi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar