Pembangunan Bapas Batulicin rampung sesuai target

id bapas,bapas batulicin

Diversi Kasus Penistaan Agama Petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) melakukan konseling terhadap remaja bawah umur pelaku penistaan agama di Mapolres Tulungagung, Jawa Timur, Senin (20/6/2016). Polisi akhirnya membebaskan Fr (15), pelaku utama penistaan agama setelah dilakukan sidang diversi peradilan anak yang melibatkan MUI, orang tua, perangkat desa, tokoh agama, perwakilan Bapas Kediri, Komisi Perlindungan Anak serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/aww/16.

Banjarmasin (ANTARA News) - Proyek pembangunan gedung baru Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, telah rampung sesuai dengan target awal perencanaannya.

"Pekerjaan telah diserahterimakan 100 persen oleh CV Daffa Berkah Abadi kepada Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Bapas Batulicin," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalsel, Asep Syarifudin di Banjarmasin, Selasa.

Dia mengungkapkan pelaksanaan proyek pembangunan Bapas Batulicin merupakan proyek strategis nasional dengan dibiayai melalui alokasi APBN 2018.

Keberadaan Bapas Batulicin yang refresentatif wujud komitmen Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel untuk meningkatkan pelayanan publik.

Dimana pembangunan gedung kantor baru sebagai upaya mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Sebelumnya bersama Kabid Kamkeswat Napitah Basan dan Baran, Samsul Arifin dan Kabid Bimpastasnak Infokom, Kusbiyantoro, Kadiv Pemasyarakatan telah meninjau langsung proyek pembangunan gedung baru Bapas di Batulicin.

Kunjungan tersebut untuk memastikan progres proyek pembangunan gedung baru telah selesai sebagaimana laporan yang telah diterima.

"Kami ingin memastikan hasil pembangunan memiliki kualitas yang sesuai dengan spesifikasi sebagaimana ketentuannya," lanjut Asep. 

Baca juga: Kemenkumham rencanakan peningkatan kapasitas lapas
Baca juga: Kemenkumham akan tambah 5.000 blok hunian Lapas

Pewarta : Gunawan Wibisono
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar