BPBD Rejang Lebong siagakan alat berat di jalur mudik

id Jalur mudik

Alat berat milik BPBD Rejang Lebong sedang membersihkan tanah longsor yang menimbun jalan di daerah itu beberapa waktu lalu. (ANTARA)

Bengkulu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, akan menyiagakan alat berat di jalur mudik di daerah itu.

Kepala BPBD Rejang Lebong, Basuki saat dihubungi dari Bengkulu, Senin mengatakan, penyiagaan alat berat ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam tanah longsor di jalur mudik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah nanti.

"Para pemudik yang akan lewat jalur mudik di Kabupaten Rejang Lebong harus mewaspadai kemungkinan terjadinya bahaya tanah longsor, baik itu di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Provinsi Sumsel, maupun Curup-Muara Aman, Kabupaten Lebong," ujar dia.

Selain itu sejumlah lokasi lainnya yang rawan longsor ini tambah dia, adalah jalur mudik ke arah Bengko, Kecamatan Sindang Dataran yang beberapa bulan lalu beberapa kali sempat menimbun beberapa titik.

"Selain menyiagakan satu unit alat berat yang akan kami tempat di Mapolsek Sindang Kelingi, kami juga akan menyiagakan personel lapangan terhitung sejak H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri. Jika terjadi bencana alam di jalur mudik mereka bisa langsung melakukan penanganan," jelasnya.

Jalur mudik di Kabupaten Rejang Lebong ini, kata dia, rawan longsor terutama saat musim hujan tiba, kendati saat ini curah hujan di wilayah itu sudah mulai berkurang namun dari laporan BMKG yang mereka terima potensi terjadinya hujan masih terjadi sepanjang bulan ini.

Dia mengimbau kalangan pemudik baik yang akan melintas ke Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, maupun Curup-Muara Aman dan kecamatan lainnya di Rejang Lebong agar selalu waspada, jika hujan turun dengan intensitas tinggi agar tidak perjalanannya dihentikan sementara.

"Kalau hujan turun dengan deras agar berhati-hati, karena potensi banjir tanah longsor sangat mungkin terjadi," kata Basuki.

Pewarta : Nur Muhamad
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar