Area bekas tambang jadi sasaran penghijauan ULM

id Universitas Lambung Mangkurat, ULM PT JBG, reklamasi JBG, pasca tambang

Program Summer Course New Colombo Plan 2019 yang digagas ULM dengan mengajak serta Newcastle University melakukan penanaman di area bekas tambang PT JBG. (antara/foto/firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Area bekas pertambangan batubara pada perusahaan PT Jorong Barutama Greston (JBG) di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut jadi sasaran penghijauan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Proses reklamasi lahan bekas tambang itu jadi bagian dari Program Summer Course New Colombo Plan 2019 yang digagas ULM dengan mengajak serta Newcastle University.

"Para mahasiswa dan dosen dari dua universitas beda negara yang jadi peserta kami ajak untuk melakukan penanaman pohon di area bekas galian tambang," terang Arief Budiman selaku ketua pelaksana kegiatan dari ULM di Banjarmasin, Senin.

Arief menuturkan, penanaman tersebut merupakan bentuk reklamasi, sekaligus pelestarian jenis tanaman endemik Kalimantan Selatan yaitu kasturi.

"Jadi selain reklamasi lahan pascatambang, kita sekaligus melestarikan pohon kasturi yang jadi maskot Kalimantan Selatan dan kini terancam punah," jelasnya

Ketua UPT Layanan Internasional ULM inipun menyatakan, kasturi merupakan jenis tanaman buah yang mampu beradaptasi dengan baik di tanah yang tergenang seperti rawa-rawa hingga dapat tumbuh subur dengan ketinggian mencapai 30 meter di hutan maupun di tepian sungai.

"Sehingga pohon kasturi yang buahnya dinobatkan sebagai maskot Kalimantan Selatan, sangat tepat untuk ditanam di lahan bekas tambang," tandasnya.
 

Area penelitian waste water treatment PT JBG yang bisa menetralisir kandungan asam dan metal yang ada di air bekas tambang. (antara/foto/firman)

Setelah melakukan penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke view point untuk melihat aktivitas pertambangan yang dijalankan oleh PT JBG sekaligus mengunjungi area penelitian waste water treatment, dimana karyawan PT JBG mengembangkan jenis tanaman yang bisa menetralisir kandungan asam dan metal yang ada di air, sehingga air yang telah tercampur dengan zat-zat hasil pertambangan bisa digunakan kembali untuk keperluan sehari-hari.

Tanaman yang bernama Gempol tersebut dikembangkan di lokasi JBG Nursery.

Setelah melihat-lihat pengembangan tanaman d JBG Nursery, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke peternakan warga sekitar. Dimana para petani mengembangkan pupuk kandang dan kompos, yang nantinya jual ke perusahaan.

Sementara PT JBG yang merupakan perusahaan tambang asal negeri gajah putih Thailand, memang berkomitmen pada program penghijauan.

Perusahaan ingin meninggalkan lingkungan yang bagus dengan penyelesaian pemenuhan kewajiban dalam pengelolaan lingkungan.

PT JBG yang melakukan penambangan sekitar 1.600 hektare dengan luas konsesi 2.500 hektare, dalam beberapa tahun ke depan akan berhenti beroperasi.

Baca juga: Menteri ESDM wajibkan reklamasi pascapenambangan
Baca juga: Semen Indonesia ubah lahan pascatambang jadi obyek wisata
Baca juga: Lahan pascatambang di Tembeling Bintan belum diperbaiki


Pewarta : Firman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar