Linda dipaksa mengakui keunggulan Li dengan skor akhir pertandingan 10-21, 12-21.
"Saya
kalah di kecepatan, dia bermain cepat sekali. Hal ini membuat pukulan
saya banyak error nya. Bola-bolanya sangat tajam dan berbahaya, ini yang
membuat saya kesulitan di pertadingan tadi," kata Linda seusai pertandingan.
Seperti dikutip dari laman badmintonindonesia.org,
Li
yang merupakan peraih medali emas Olimpiade London 2012 menunjukkan
permainan yang sangat baik, terlebih ia tampil di hadapan publik
sendiri.
"Menurut
saya, Linda ketahanannya masih kurang, sebaliknya lawannya bermain
sangat safe dan tidak mudah mati-mati sendiri. Li juga mengatur bola,
ada pukulan-pukulan lob dan chop, tidak langsung melancarkan smash. Para
pemain-pemain China memang mutu permainannya bagus sekali, pukulannya
sangat menyulitkan," tambah Liang Chiu Sia, pelatih yang mendampingi
Linda.
Hasil pertandingan ini membuat posisi target="_blank">
Linda lebih dulu mengalahkan Li di turnamen Bitburger Terbuka 2010.
Kemudian
Li membalasnya dengan mengalahkan Linda di
putaran kedua Jeman Terbuka GP Gold 2013 dan Piala Sudirman 2013.
Kekalahan Linda memupuskan harapan Indonesia meraih gelar juara di partai tunggal putri, karena wakil
tunggal putri lainnya yaitu Adriyanti Firdasari, Bellaetrix target="_blank">, dan
Aprilia Yuswandari sudah terhenti di babak kedua