Pengangkut Rocket Lab gagal capai orbit
Minggu, 5 Juli 2020 12:34 WIB
Foto peluncuran dan penerbangan pertama roket 3D bertenaga baterai yang diciptakan oleh Rocket Lab, perusahaan antariksa Silicon Valley, di Semenanjung Mahia yang terpencil di Selandia Baru, Kamis (25/5/2017). (Rocket Lab/Handout via REUTERS)
Wellington (ANTARA) - Sebuah roket dari perusahaan peluncuran satelit berukuran kecil, Rocket Lab, gagal mencapai orbit setelah sempat mengangkasa dari Selandia Baru pada Sabtu, kata perusahaan itu, yang kehilangan muatan tujuh satelit kecil yang hendak diangkut ke angkasa luar.
"Satu masalah terjadi hari ini selama peluncuran Rocket Lab yang menyebabkan hilangnya pengangkut (satelit)," perusahaan itu mengatakan pada Twitter , seraya menambahkan akan menyampaikan informasi lebih banyak.
"Kami minta maaf sedalam-dalamnya kepada para pelanggan di dewan Electrom," kata perusahaan yang berbasis di Aucland, Selandia Baru. "Masalah terjadi belakangan dalam penerbangan selama pembakaran tahap kedua."
Rocket Lab adalah satu dari kelompok perusahaan peluncuran yang sedang tumbuh yang berupaya mempermurah ongkos mengirim satelit seukuran kotak sepatu menuju orbit rendah Bumi, membuat roket-roket yang lebih kecil dan menghidupkan kembali jalur produksi tradisional untuk memenuhi permintaan muatan (satelit) yang sedang tumbuh.
Reuters
"Satu masalah terjadi hari ini selama peluncuran Rocket Lab yang menyebabkan hilangnya pengangkut (satelit)," perusahaan itu mengatakan pada Twitter , seraya menambahkan akan menyampaikan informasi lebih banyak.
"Kami minta maaf sedalam-dalamnya kepada para pelanggan di dewan Electrom," kata perusahaan yang berbasis di Aucland, Selandia Baru. "Masalah terjadi belakangan dalam penerbangan selama pembakaran tahap kedua."
Rocket Lab adalah satu dari kelompok perusahaan peluncuran yang sedang tumbuh yang berupaya mempermurah ongkos mengirim satelit seukuran kotak sepatu menuju orbit rendah Bumi, membuat roket-roket yang lebih kecil dan menghidupkan kembali jalur produksi tradisional untuk memenuhi permintaan muatan (satelit) yang sedang tumbuh.
Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRIN kembangkan teknologi satelit petakan permukiman kumuh perkotaan
25 November 2024 9:12 WIB, 2024
Citra satelit ungkap kerusakan Lanud Nevatim Israel akibat rudal Iran
04 October 2024 9:43 WIB, 2024
Menteri KKP jajaki kerja sama dengan perusahaan satelit asal Norwegia
28 January 2024 17:38 WIB, 2024