Tesla terlibat cekcok dengan e-commerce China
Kamis, 20 Agustus 2020 8:16 WIB
Tesla Model 3. (REUTERS/SUN YILEI/SUN YILEI)
Jakarta (ANTARA) - Tesla terlibat perselisihan dengan e-commerce China, Pinduoduo Inc, yang dianggap telah melanggar kebijakan terkait promosi produk sedan listrik Tesla Model 3, dilansir South China Morning Post, Rabu (19/8).
Konflik itu bermula pada bulan lalu ketika pelanggan di Wuhan melihat penawaran Tesla Model 3 dari distributor mobil YiAuto di platform Pinduoduo dengan harga di bawah pasaran.
YiAuto yang berbasis di provinsi tenggara Fujian mengiklankan sedan itu seharga 251.800 yuan (36.320 dolar AS), 7 persen lebih murah daripada harga resmi yang ditetapkan Tesla.
Setelah mengetahui iklan itu, Tesla membatalkan segala bentuk kerja sama dengan Pinduoduo atau YiAuto. Namun YiAuto tetap melanjutkan promosinya, sampai konsumen pria di Wuhan membayar mobil itu.
Tesla kemudian menganggap bahwa konsumen itu membeli mobil secara tidak resmi, dan tidak akan mendapatkan layanan-layanan yang disiapkan Tesla untuk konsumen.
Dilansir Bloomberg, Tesla mengatakan pada Selasa (18/8) bahwa mereka akan melindungi konsumen, asalkan konsumen juga mau "melindungi haknya secara sah" dari platform penjualan lain yang memberikan promosi.
Perwakilan Tesla di Beijing mempersilakan konsumen itu untuk membeli mobil Tesla melalui jaringan penjualan yang sah.
Di sisi lain, Pinduoduo mengatakan "kecewa karena Tesla mempersulit penggemar untuk mendapatkan mobil impian mereka".
Tidak seperti distributor mobil pada umumnya, Tesla memiliki jaringan penjualan sendiri berupa showroom dan platform digital. Pelanggan dapat melihat-lihat mobil Tesla secara online sebelum membeli mobil dengan ketentuan harga yang sudah ditetapkan pada platform itu.
Konflik itu bermula pada bulan lalu ketika pelanggan di Wuhan melihat penawaran Tesla Model 3 dari distributor mobil YiAuto di platform Pinduoduo dengan harga di bawah pasaran.
YiAuto yang berbasis di provinsi tenggara Fujian mengiklankan sedan itu seharga 251.800 yuan (36.320 dolar AS), 7 persen lebih murah daripada harga resmi yang ditetapkan Tesla.
Setelah mengetahui iklan itu, Tesla membatalkan segala bentuk kerja sama dengan Pinduoduo atau YiAuto. Namun YiAuto tetap melanjutkan promosinya, sampai konsumen pria di Wuhan membayar mobil itu.
Tesla kemudian menganggap bahwa konsumen itu membeli mobil secara tidak resmi, dan tidak akan mendapatkan layanan-layanan yang disiapkan Tesla untuk konsumen.
Dilansir Bloomberg, Tesla mengatakan pada Selasa (18/8) bahwa mereka akan melindungi konsumen, asalkan konsumen juga mau "melindungi haknya secara sah" dari platform penjualan lain yang memberikan promosi.
Perwakilan Tesla di Beijing mempersilakan konsumen itu untuk membeli mobil Tesla melalui jaringan penjualan yang sah.
Di sisi lain, Pinduoduo mengatakan "kecewa karena Tesla mempersulit penggemar untuk mendapatkan mobil impian mereka".
Tidak seperti distributor mobil pada umumnya, Tesla memiliki jaringan penjualan sendiri berupa showroom dan platform digital. Pelanggan dapat melihat-lihat mobil Tesla secara online sebelum membeli mobil dengan ketentuan harga yang sudah ditetapkan pada platform itu.
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Investasi: Tesla akan investasi ekosistem baterai dan mobil listrik
18 May 2022 15:03 WIB, 2022
Tesla tarik 26.681 kendaraan di AS karena masalah pencairan kaca depan
10 February 2022 10:10 WIB, 2022
5 makanan penghilang dehidrasi hingga baterai Tesla Megapack terbakar
02 August 2021 11:39 WIB, 2021
Sepekan, rencana pergantian sertifikat fisik hingga pemeriksaan GeNose di 4 stasiun
07 February 2021 14:06 WIB, 2021
Mantan Insinyur baru kerja tiga hari dituduh curi dokumen rahasia Tesla
23 January 2021 21:15 WIB, 2021