Presiden Diminta Dengarkan Suara Publik Terkait Bambang Widjojanto
Minggu, 25 Januari 2015 20:05 WIB
Pakar hukum Tata Negara, Refly Harun (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta (antarasulteng.com) - Pakar hukum tata negara Refly Harun berpendapat
Presiden Joko Widodo harus mendengarkan suara publik terkait kasus Wakil
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto.
"Jangan mendengarkan kepentingan tertentu, yang mungkin ingin menghancurkan kasus pemberantasan korupsi," kata Refly kepada Antara News, Minggu (25/1).
Pakar dari Universitas Indonesia itu pun berharap publik tetap mendukung pemberantasan korupsi.
"Dukungan bukan kepada BW secara personal, tetapi kepada pemberantasan korupsi," kata dia.
Menurut dia , dukungan publik terhadap KPK untuk menyelesaikan kasus korupsi bersifat murni, bukan rekayasa.
Aktivis anti korupsi memberi dukungan terhadap penyelamatan KPK sejak Bambang Widjajanto diamankan, Jumat (23/1).
Dalam aksi #SaveKPK Minggu (25/1) pagi, ratusan peserta di daerah Bundaran Hotel Indonesia mengajukan tuntutan antara lain penghentian penyidikan terhadap Bambang Widjojanto dan pimpinan KPK lainnya.
Tanda pagar SaveKPK marak di media sosial sejak Bambang diamankan oleh Bareskrim.(skd)
"Jangan mendengarkan kepentingan tertentu, yang mungkin ingin menghancurkan kasus pemberantasan korupsi," kata Refly kepada Antara News, Minggu (25/1).
Pakar dari Universitas Indonesia itu pun berharap publik tetap mendukung pemberantasan korupsi.
"Dukungan bukan kepada BW secara personal, tetapi kepada pemberantasan korupsi," kata dia.
Menurut dia , dukungan publik terhadap KPK untuk menyelesaikan kasus korupsi bersifat murni, bukan rekayasa.
Aktivis anti korupsi memberi dukungan terhadap penyelamatan KPK sejak Bambang Widjajanto diamankan, Jumat (23/1).
Dalam aksi #SaveKPK Minggu (25/1) pagi, ratusan peserta di daerah Bundaran Hotel Indonesia mengajukan tuntutan antara lain penghentian penyidikan terhadap Bambang Widjojanto dan pimpinan KPK lainnya.
Tanda pagar SaveKPK marak di media sosial sejak Bambang diamankan oleh Bareskrim.(skd)
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Roy Suryo dkk "walk out" audiensi, Komisi Reformasi Polri beri penjelasan
19 November 2025 15:07 WIB
KPK bantah penetapan tersangka Hasto Kristiyanto karena kritik Jokowi
06 February 2025 14:23 WIB, 2025