Didi Chuxing pekerjakan 50.000 veteran milier
Jumat, 29 Januari 2021 10:13 WIB
Aplikasi transportasi online China, Didi Chuxing. (ANTARA/Didi)
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan transportasi online berbasis aplikasi terpopuler China, Didi Chuxing, akan mempekerjakan 50.000 pensiunan tentara setiap tahunnya dalam tiga tahun ke depan, memperluas upaya mengatasi masalah pengangguran veteran.
Perusahaan mengumumkan rencananya pada Kamis, sehari setelah meluncurkan pusat ketenagakerjaan baru untuk para veteran, mengutip laporan Nikkei Asia, Jumat.
"Ada lebih dari 1 juta veteran di aplikasi Didi, dan mereka merupakan 12 persen dari semua pengemudi," kata CEO Cheng Wei. "Kami ingin menyediakan layanan terkait pekerjaan bagi dokter hewan."
Beberapa pengamat menyarankan bahwa Didi, yang telah meningkat ke level saat ini melalui merger dan akuisisi, berusaha untuk meningkatkan hubungannya dengan pemerintah Presiden Xi Jinping saat bersiap untuk penawaran umum perdana di Hong Kong.
Beijing telah memperketat cengkeramannya pada perusahaan teknologi dalam beberapa bulan terakhir, menghentikan rencana mega-IPO oleh Ant Group akhir tahun lalu.
Pada Maret 2020, Didi mengumumkan kesepakatan dengan Kementerian Urusan Veteran untuk memberikan 15.000 kesempatan kerja bagi mantan tentara, tetapi akhirnya akan mencapai dari 50.000.
Lebih dari setengah dari semua veteran yang bekerja sebagai pengemudi Didi adalah anggota Partai Komunis, dan lebih dari 95 persen memiliki peringkat tinggi dari pelanggan, menurut perusahaan tersebut.
Didi, didirikan pada tahun 2012, sekarang memiliki lebih dari 550 juta pengguna. Dan, beberapa waktu yang lalu perusahaan ini juga berekspansi ke Rusia.
Perusahaan mengumumkan rencananya pada Kamis, sehari setelah meluncurkan pusat ketenagakerjaan baru untuk para veteran, mengutip laporan Nikkei Asia, Jumat.
"Ada lebih dari 1 juta veteran di aplikasi Didi, dan mereka merupakan 12 persen dari semua pengemudi," kata CEO Cheng Wei. "Kami ingin menyediakan layanan terkait pekerjaan bagi dokter hewan."
Beberapa pengamat menyarankan bahwa Didi, yang telah meningkat ke level saat ini melalui merger dan akuisisi, berusaha untuk meningkatkan hubungannya dengan pemerintah Presiden Xi Jinping saat bersiap untuk penawaran umum perdana di Hong Kong.
Beijing telah memperketat cengkeramannya pada perusahaan teknologi dalam beberapa bulan terakhir, menghentikan rencana mega-IPO oleh Ant Group akhir tahun lalu.
Pada Maret 2020, Didi mengumumkan kesepakatan dengan Kementerian Urusan Veteran untuk memberikan 15.000 kesempatan kerja bagi mantan tentara, tetapi akhirnya akan mencapai dari 50.000.
Lebih dari setengah dari semua veteran yang bekerja sebagai pengemudi Didi adalah anggota Partai Komunis, dan lebih dari 95 persen memiliki peringkat tinggi dari pelanggan, menurut perusahaan tersebut.
Didi, didirikan pada tahun 2012, sekarang memiliki lebih dari 550 juta pengguna. Dan, beberapa waktu yang lalu perusahaan ini juga berekspansi ke Rusia.
Pewarta : Suryanto
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DSLNG dorong kesiapan Gen Z masuk industri energi melalui energy connect 5.0
29 January 2026 15:46 WIB
Poso Energy bantu 50 sak semen untuk pembangunan sarana olahraga SMAN 1 Pamona Utara
28 January 2026 12:36 WIB
Peringati bulan K3 Nasional, keselamatan adalah budaya kerja DSLNG bukan sekadar prosedur
13 January 2026 10:24 WIB
Kalibrasi kompetensi guru dan pelajar SMK, AHM gelar festival vokasi Satu Hati 2026
03 December 2025 14:14 WIB
Veda dan Ramadhipa siap tutup musim 2025 dengan hasil gemilang di Valencia
24 November 2025 10:29 WIB
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
DSLNG dorong kesiapan Gen Z masuk industri energi melalui energy connect 5.0
29 January 2026 15:46 WIB
Poso Energy bantu 50 sak semen untuk pembangunan sarana olahraga SMAN 1 Pamona Utara
28 January 2026 12:36 WIB
Peringati bulan K3 Nasional, keselamatan adalah budaya kerja DSLNG bukan sekadar prosedur
13 January 2026 10:24 WIB
Kalibrasi kompetensi guru dan pelajar SMK, AHM gelar festival vokasi Satu Hati 2026
03 December 2025 14:14 WIB
Veda dan Ramadhipa siap tutup musim 2025 dengan hasil gemilang di Valencia
24 November 2025 10:29 WIB