Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama Bank Syariah Indonesia (BSI) Tahun 2021 setelah merger tiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada awal Februari lalu.

"Rakernas BSI ini merupakan agenda penting bagi seluruh jajaran BSI untuk mematangkan rencana dan langkah-langkah strategis guna mewujudkan cita-cita menjadi lembaga keuangan syariah global yang tangguh," kata Wapres Ma’ruf Amin dalam Rakernas BSI Tahun 2021 secara virtual dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis.

Wapres mengatakan penggabungan tiga bank syariah Himbara menjadi BSI merupakan energi baru bagi pengembangan ekonomi nasional, khususnya di sektor ekonomi dan keuangan syariah.

"Penyatuan tiga bank syariah Himbara menjadi BSI ini merupakan sebuah energi baru bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Kehadiran BSI diharapkan sebagai pendorong untuk berkembangnya kegiatan ekonomi dan keuangan syariah yang lebih luas lagi," kata Wapres Ma'ruf Amin.

Wapres juga merasa bahagia akhirnya Indonesia memiliki bank syariah terbesar, yang menurutnya hal itu merupakan perjuangan panjang dalam sejarah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Pendirian BSI ini merupakan bagian dari dimulainya babak baru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yang dimulai sejak diterbitkannya Perpres Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),” jelas Wapres Ma'ruf Amin.

Peranti ekonomi dan keuangan syariah merupakan pilihan bagi masyarakat yang ingin menerapkan prinsip ekonomi syariah dalam berkegiatan ekonomi, kata Wapres.

Oleh karena itu Wapres berpesan agar BSI dapat menjalankan fungsi perbankan secara inklusif dan dapat menjadi pilihan perbankan syariah yang rasional bagi masyarakat.

Wapres juga meminta BSI dapat menyasar kelompok masyarakat muslim milenial yang semakin banyak menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam bertransaksi ekonomi.

"Berkembangnya kelas menengah dan generasi milenial muslim, yang makin sadar akan kebutuhan untuk melakukan kegiatan sesuai keyakinannya, juga semakin meningkatkan kebutuhan produk layanan syariah, termasuk jasa keuangan syariah. Peluang ini harus ditangkap dan dimanfaatkan dengan baik oleh BSI," ujar Wapres Ma'ruf Amin.


Baca juga: Ketua OJK inginkan BSI jadi panutan bank syariah di Indonesia
Baca juga: Erick pastikan hadirnya Bank Syariah Indonesia sebagai kesetaraan
Baca juga: Menteri BUMN berharap BSI jadi energi baru ekonomi
Baca juga: Presiden ungkap meski pandemi, bank syariah tumbuh melebihi konvensional


Pewarta : Fransiska Ninditya
Uploader : Sukardi
Copyright © ANTARA 2024