Palu, (antarasulteng.com) - Warga di delapan desa Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengeluhkan buruknya akses jalan ke wilayah mereka padahal daerah itu memiliki potensi wisata andalan berupa Danau Rano dan wisata laut serta potensi sumber daya alam lainnya.
Keluhan itu disampaikan warga kepada anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Muh Masykur di Palu, Jumat, dan meminta kepada pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur jalan ke wilayah itu.
"Keluhan warga ini sebetulnya sudah lama, tetapi tidak mendapat perhatian serius. Padahal daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa," kata Masykur.
Dia mengatakan warga di Balaesang Tanjung mengeluh karena sejak Indonesia merdeka jalan ke wilayah mereka tak kunjung dibangun secara permanen.
Jalan poros Balaesang Tanjung yang terhubung dengan jalan trans Sulawesi merupakan jalan satu-satunya yang menghubungkan delapan desa di wilayah itu yakni Desa Walandano, Malei, Kamonji, Ketong, Manimbaya, Rano, Pomolulu dan Palau.
Balaesang Tanjung merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Balaesang sejak lima tahun lalu.
Masykur mengatakan dirinya sudah beberapa kali berkunjung ke wilayah itu dan beberapa titik tertentu, badan jalan amblas dan bergelombang. Pada musim hujan jalan berlubang membentuk genangan air sehingga mengganggu kelancaran lalulintas.
Menurut Masykur, setiap kali kampanye politik seperti pemilu dan pemilihan kepala daerah, warga terus dijanji akan memperhatikan jalan namun tak kunjung terwujud.
Sementara itu Sekretaris Forum Pemuda Donggala Utara Moh Yasin mengatakan kondisi jalan yang buruk tersebut salah satu yang ikut mendorong masyarakat di wilayah pesisir Donggala Utara itu ingin menjadi daerah otonom baru.
Yasin mengatakan sejak daerah tersebut ada sejak itu pula tidak pernah menikmati infrastruktur jalan yang memadai.(skd)
Warga Keluhkan Jalan Wisata Ke Danau Rano
Jumat, 8 Mei 2015 16:31 WIB
Ilustrasi (Antarasulteng.com/istimewa)
Pewarta : Adha Nadjemuddin
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Balai Jalan tuntaskan pembersihan longsor jalur Trans Sulawesi Parigi Moutong
01 September 2026 18:55 WIB
TNI dan masyarakat kerja sama bersihkan material banjir di Jalan Trans Sulawesi
29 August 2026 7:45 WIB
Pelatihan operator alat berat, jalan baru pemuda Luwu timur ke Industri tambang
25 June 2026 10:35 WIB