Poso (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Poso menargetkan panen sebanyak 20.000 ton jagung di lahan seluas 6.000 hektare pada November 2021 untuk mendukung program Kementerian Pertanian dalam produksi jagung nasional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Suratno di Poso, Jumat, mengatakan saat ini lahan yang digunakan oleh petani di Kabupaten Poso untuk menanam jagung seluas 14.000 hektare.

"Dari 14.000 hektare itu, seluas 7.000 diantaranya merupakan bantuan dari dana APBN," katanya.

Menurut Suratno, petani di beberapa daerah di Poso, bisa memanen jagung hampir setiap bulannya. Panen raya, lanjut dia, bisa terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Agustus-September dan kedua pada bulan November-Desember.

"Dalam satu hektare itu, petani bisa memanen tiga sampai lima ton jagung, tergantung lahannya," katanya.

Pada 2021, Kabupaten Poso mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian sebanyak 135 ton bibit jagung hibrida. Namun, dari 135 ton itu, baru 95 ton yang tersalurkan karena distribusi ke beberapa desa cukup sulit untuk dijangkau.

"Satu hektarenya dibagi jadi lima belas kilo, dan distribusinya hanya menggunakan mobil," ujarnya

Terkait harga jagung, Suratno memastikan saat ini masih cukup tinggi yakni di kisaran Rp4.000 sampai Rp5.000 per kilogram. Kondisi itu yang membuat sejumlah petani untuk berlomba-lomba untuk menanam jagung dibandingkan padi.

"Tanam jagung lebih mudah dibandingkan menanam padi, lebih simpel juga dan harganya saat ini naik," katanya.

Untuk itu, Pemkab Poso mengharapkan pada tahun depan, hasil jagung yang ada di daerah tersebut bisa menembus pasar ekspor. Karena selama ini hasil jagung di Kabupaten Poso hanya diekspor melalui daerah lain di luar Sulawesi Tengah.

Pewarta : Rangga Musabar
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024