Palu (ANTARA) -
Direktur Utama PT Maming 69 Mardani H Maming menyatakan kesiapan membangun smelter dan areal pengelolaan nikel di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah di atas lahan seluas 1.200 hektare.
 
"Lahan kami sudah siap, tinggal menunggu proses pembangunan pabrik pengolahan, dan tentunya berada di kawasan industri," kata Mardani saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Daerah Himpun Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tengah di Palu, Jumat (25/2) malam.
 
Ia mengemukakan, pihaknya sudah siap berinvestasi di Sulteng pada bidang pertambangan, karena di daerah itu memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA).
 
"Potensi SDA ini harus dijadikan modal untuk percepatan peningkatan pembangunan di berbagai sektor, utamanya bidang pendidikan dan pertanian, karena kami melihat pertanian juga berkembang di daerah ini," ujar Mardani yang juga Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI.
 
Olehnya, ia mendorong pemerintah setempat agar menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung yang fokus dalam bidang pendidikan. Sebab bidang pendidikan, akan menjadi gudang penghasil sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk disiapkan menjadi tenaga kerja lokal berkompetensi.
 
Meskipun Sulteng punya SDA cukup berlimpah, namun rata-rata perusahaan pengelola bukan milik pengusaha nasional maupun putra daerah, melainkan investor luar negeri.
 
"Situasi seperti ini perlu dicermati. Kita ingin ada pengusaha nasional atau pun daerah berperan penting di dalam," kata Mardani menambahkan.

Ia memaparkan, perusahaan miliknya itu baru pertama berinvestasi di Sulteng khususnya Morowali Utara.
 
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura mengapresiasi PT Maming 69 turut serta menambah daftar investasi di Sulteng, dengan harapan perusahaan di bawah induk PT Batulicin Enam Sembilan bisa segera beroperasi.
 
"Saya berfilosofi bahwa orang kaya boleh lebih kaya, tetapi ada hak orang miskin pada harta kekayaanmu, dan jadilah orang yang berguna terhadap orang lain, artinya paling tidak ada dan tanggung jawab sosial rutin anda keluarkan untuk masyarakat sekitar," tutur Rusdy.
 
ia mengemukakan, tahun 2021 angka kemiskinan Sulteng telah mengalami penurunan 1 persen dari 13 persen menjadi 12 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi telah mencapai 11,70 persen.
 
Gubernur mengklaim, hal itu dampak dari penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah, termasuk pengaruh geliat sektor pertambangan di Morowali.
“Selalu saya menyampaikan kepada bupati/wali kota jangan hanya mengandalkan APBD, banyak potensi daerah dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan daerah," demikian Rusdy.

 

Pewarta : Mohamad Ridwan/Muhammad Izfaldi
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024