Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menguatkan peran kelompok tani untuk meningkatkan produksi pertanian, yang salah satu tujuannya adalah mewujudkan swasembada pangan.

"Pengembangan sektor pertanian dilakukan diawali dengan penguatan kelompok tani," kata Bupati Sigi Mohamad Irwan, di Sigi, Ahad.

Mohamad Irwan mengatakan bahwa seluruh petani harus didata dan dibentuk dalam kelompok, yang selanjutnya diikutkan dengan peningkatan kapasitas petani.

Selanjutnya, sebut dia, setiap kelompok tani yang ada di tiap desa diberikan target luas tanam dan produksi, yang di diikuti dengan pemberian bantuan alat mesin pertanian.

Dari data Pemkab Sigi kelompok tani berjumlah kurang lebih 1.000 poktan tersebar di 177 desa dan 16 kecamatan. Pemkab Sigi memberikan bantuan alat mesin pertanian 150 unit traktor tangan setiap tahun kepada petani.

"Di samping memberikan bantuan alat mesin pertanian, para petani yang tergabung dalam kelompok tani juga diberikan bantuan benih dan pupuk, serta akses permodalan lewat skema pembiayaan kredit usaha rakyat nol persen," ujarnya.

Mohamad Irwan menyatakan selain petani, Pemkab Sigi juga mengembangkan kapasitas penyuluh pertanian agar dapat memberikan pemahaman kepada petani mengenai budidaya tanaman pertanian yang efektif, efisien, dan berkualitas tinggi.

Jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Sigi yang tercatat dalam laman website distanhorbun.sigikab.go.id adalah118 orang.

Peningkatan kapasitas penyuluh, ujar dia, termasuk penggunaan teknologi pertanian, serta sistem informasi pertanian berbasis teknologi.

Terkait hal itu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi Rahmad Iqbal Nukhalis menyatakan pengembangan komoditas tanaman pangan difokuskan pada padi, jagung, kedelai, dan kacang tanah. Untuk tanaman hortikultura difokuskan pada durian, durian musan king, alpukat, kelengkeng, manggis, dan sayuran organik.

Sementara itu untuk sektor perkebunan, kata Rahmad, pihaknya fokus pada pengembangan kopi, kakao, kelapa, dan tanaman vanili.

"Dalam pengembangannya komoditas ini dilakukan berbasis kawasan, demi memudahkan Pemkab Sigi terkait dengan pembinaan dan pengawasan petani, serta memudahkan Pemkab Sigi dalam pengembangan yang melibatkan investor," ujarnya.












 

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024