Malang (ANTARA) - Universitas Brawijaya (UB) menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC) kepada BUMN Erick Thohir yang diberikan langsung oleh Ketua Senat Akademik UB Prof. Dr Ariffin MS dan dikukuhkan di Gedung Samantha Krida kampus setempat, Jumat. 

Ketua Pelaksana kegiatan Hendi Subandi mengatakan penganugerahan ini sudah melalui tahapan sesuai regulasi dan sudah disetujui oleh Senat Akademik, baik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) maupun universitas.

Dia menambahkan penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Erick Thohir dilihat dari berbagai aspek, utamanya kontribusi pemikiran pada bidang manajemen strategi melalui implementasi strategi transformasi bisnis di BUMN.

"Secara aktivitas akademik, Erick Thohir membuktikan dedikasinya dengan aktif berkontribusi dalam penyemaian ilmu pengetahuan melalui forum-forum akademik, baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu di bawah kepemimpinannya, BUMN berkontribusi kepada negara saat menghadapi pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional," kata Hendi. 

Melalui CSR BUMN, Erik Thohir mendorong penyalurannya bagi pendidikan seperti pembangunan sarana dan prasarana, beasiswa, dan bantuan kepada tenaga pendidik. Keberpihakan pada gender dan anak muda juga terbukti lewat komposisi di BUMN yang memperhatikan hal tersebut.

"Secara rekam jejak dia disegani, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri melalui berbagai posisi dan jenjang kariernya yang selama ini telah dilampaui. Pada tahun 2022, dia dinobatkan menjadi menteri terbaik," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Erick Thohir juga menyampaikan orasi ilmiah terkait Eternalitas Transformasi BUMN.

"Kami berharap UB dengan industri, khususnya BUMN mampu memperkuat academi industrial engagement. Melalui pengembangan stok keilmuan dan pengalaman praktis di industri," kata Erick Thohir.

Setelah penganugerahan gelar tersebut, Erick Thohir menjadi narasumber di acara temu wicara BUMN Goes to Campus UB dengan tema: "Kerennya Transformasi BUMN."

Selain Erick Thohir,  Isnanto Nugroho S selaku Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT Kilang Pertamina Internasional, I Ketut Alit Atmaja selaku CEO Telin Hong Kong, dan Panji Winateya Ruky selaku Director Business Transformation Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), serta Andriano Hosny Panangian sebagai Director of Finance & Risk Management Semen Indonesia Group (SIG),  tampil sebagai narasumber.
 

Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2024