Jakarta (ANTARA) - Tim balap Mooney VR46 telah mengonfirmasi bahwa pebalapnya, Luca Marini, mengalami cedera tulang pergelangan tangan kanan dalam insiden yang melibatkan Alex Marquez (Gresini Racing) di MotoGP Prancis.

"Akibat kecelakaan di GP Prancis, Luca Marini minggu ini menjalani pemeriksaan medis lanjutan dengan Prof. Luigi Tarallo, dimana mereka menemukan adanya cedera pada tulang trapezium pergelangan tangan kanannya," kata tim balap tersebut, dikutip dari laman resmi MotoGP, Rabu.

Namun, tim memastikan cedera itu tidak akan menghalangi Marini untuk berkompetisi pada MotoGP Italia, yang akan digelar di Sirkuit Mugello, 9-11 Juni mendatang.

"Prof. Luigi Tarallo akan memantau cedera yang tidak akan menghalangi Luca untuk ambil bagian dari GP Italia," ujarnya.


Sebelumnya, Marini terlibat kontak dengan Alex Marquez saat berebut posisi di MotoGP Prancis yang digelar di Sirkuit Le Mans. Sesaat sebelum kecelakaan itu terjadi, Marini disebut sempat mengalami masalah saat berbelok, dan membuat motornya yang ia kendarai tidak stabil.

Marini pun berusaha untuk menjaga motornya tetap seimbang pada kondisi tersebut.

Namun, saat motornya sudah mulai terkendali, Alex Marquez tiba-tiba muncul dari belakang dengan kencang, dan menabrak Marini dari sebelah kanan.

"Ketika saya sudah sudah bisa menyeimbangkan motor, saya menerima hantaman keras dari belakang, dan (dengan cepat) saya sudah tersungkur di tanah. Saya merasa takut saat saya sadar (saya) telah terjatuh. Ketika saya berada di tanah, saya menutup mata dan saya berharap tak ada motor lain yang menyambar saya dari belakang," ujarnya.

Tak lama setelah crash terjadi, Marini langsung dibawa untuk pemeriksaan medis pertama dan saat itu menunjukkan bahwa ia berada di kondisi yang tidak parah.

Meski demikian, Marini menilai semua yang terjadi adalah murni kecelakaan, sehingga ia tidak mau menyalahkan adik dari Marc Marquez tersebut.

"(Saat itu) Sulit bagi Alex untuk melihat saya. Saya pikir itu hanyalah momen yang tidak menguntungkan bagi kami, tapi untungnya tidak ada yang terluka," kata Marini.

 

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2024