Jakarta (ANTARA) - Pengembang perumahan PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (Ingria) mendukung program pemerintah dalam pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai salah satu strategi dalam mengatasi persoalan ketersediaan rumah (Backlog). 

"Kami fokus untuk menjadi pengembang perumahan bagi MBR untuk memenuhi kebutuhan perumahan rakyat yang setiap tahun terus meningkat," ujar Corporate Secretary Ingria, Eka Maolana di Jakarta, Sabtu.

Sebagai perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di publik (GRIA), lanjutnya, pihaknya telah membangun perumahan MBR di beberapa lokasi di antaranya Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kecamatan Cimanggung dan Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

Kemudian, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi dan di Kabupaten Karawang serta di berbagai lokasi lainnya di Indonesia.

Proses pembangunan perumahan untuk MBR, lanjutnya, masih terus berjalan dan saat ini tengah mengembangkan kawasan perumahan di Samarinda, Kalimantan Timur dengan total lahan seluas 252.630 m².

Dari total luas lahan yang dibangun tersebut, menurut dia, saat ini seluas 57.335 m² telah dibangun perumahan dan telah diserahterimakan kepada MBR sedangkan seluas 195.295 m² sisanya masih dalam taraf pembangunan.

Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan pembangunan perumahan dengan landbank seluas 897.622 m² yang ditargetkan dilaksanakan pada 2024.

Saat ini, tambahnya, perusahaan mengembangkan 10 perumahan dan apartemen MBR yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Sumedang, Karawang, Bandung, hingga Samarinda, sementara untuk apartemen berlokasi di Kota Tangerang Selatan.

"Meskipun rumah yang kami bangun adalah untuk MBR, namun kami berkomitmen membangun perumahan layak huni dengan memperhatikan keselamatan bangunan yang meliputi struktur bawah/pondasi, struktur Tengah/kolom dan struktur atas serta Kesehatan yang meliputi pencahayaan, sirkulasi udara dan sanitasi," ujar Eka.

 

Pewarta : Subagyo
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2024