Palu (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah bersama Tim Penggerak PKK Kota Palu menggencarkan gerakan makan ikan air tawar dan cabai olahan sebagai upaya mengendalikan inflasi di daerah itu.
 
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulteng Dwiyanto Cahyo Sumirat saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Jambore TP-PKK di Kota Palu Selasa mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan TP PKK Kota Palu dalam mengendalikan inflasi di daerah itu, salah satunya dengan menggelar lomba Masakan Kreasi Tekan Inflasi (Marisi) menggunakan ikan tawar dan cabai olahan.
 
"Saat ini kita menghadapi yang disebut inflasi yang di antaranya disebabkan oleh harga-harga komoditas pangan, seperti ikan, beras, telur, minyak goreng, dan lainnya yang mengalami kenaikan harga," kata Dwiyanto.
 
Kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan atas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Sulawesi Tengah 2023, dan lomba memasak ini pada tahun sebelumnya telah dilaksanakan juga pada kegiatan Festival Danau Poso.
 
Dwiyanto mengemukakan bahwa untuk mengatasi inflasi, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah selalu berupaya melaksanakan program-program strategis dalam mengendalikan inflasi.
 
Menurut dia, pemerintah daerah bersama Bank Indonesia terus berupaya agar inflasi di daerah dapat terkendali, sehingga daya beli masyarakat tidak menurun, salah satunya dengan menggencarkan gerakan makan ikan air tawar dan cabai olahan.
 
"Tujuan kita mengendalikan inflasi agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. Dalam hal ini, kader PKK tentunya memiliki peran penting untuk menjaga hal tersebut," katanya.
 
Karena itu, kata Dwiyanto, pihaknya menggandeng TP PKK melaksanakan lomba Marisi untuk selanjutnya membantu dalam menyosialisasikan gerakan makan ikan air tawar dan cabai olahan kepada masyarakat.
 
Ia menjelaskan, jika masyarakat beralih mengonsumsi ikan air tawar saat pasokan ikan air laut kurang, dan meningkatkan konsumsi cabai olahan saat ketersediaan cabai non olahan terbatas maka inflasi Sulteng dapat ditekan.
 
"Karena inflasi yang terjadi di Kota Palu mengendalikan seluruh inflasi di Sulawesi Tengah sebesar 80 persen, jadi apabila TP PKK dapat membantu mengendalikan inflasi maka inflasi di Sulteng dapat teratasi dengan baik," katanya.
 
Menurutnya, kandungan gizi seperti sumber protein dalam ikan air tawar tidak kalah banyak dari ikan air laut, serta banyak ditemukan di Sulteng seperti ikan mujair, nila, dan mas. Sama halnya dengan menerapkan untuk mulai mengkonsumsi cabai olahan seperti cabai bubuk yang bisa disimpan dalam kurun waktu lama.

Sementara itu, Ketua PKK Kota Palu Diah Puspita mengatakan akan mengerahkan seluruh anggota PKK untuk menggencarkan gerakan makan ikan air tawar dan cabai olahan, khususnya di Kota Palu.
 
"Kader PKK tentunya akan bekerja sama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, menyosialisasikan gerakan makan ikan air tawar dan cabai olahan adalah salah satunya," katanya.
 
Pada kesempatan itu, kader PKK se-Kota Palu dari delapan kecamatan saling berkompetisi dalam lomba Masakan Kreasi Tekan Inflasi (Marisi) untuk berkreasi menciptakan masakan yang sehat dan enak dari bahan utama berupa ikan air tawar dan cabai olahan.
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Oktober 2023, tingkat inflasi gabungan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai -0,05 persen. Selain itu, inflasi tahun kalender dari Desember 2022 hingga Oktober 2023 sebesar 1,99 persen.
 
Adapun dari dua kota yang menjadi perhatian Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu mencatatkan tingkat inflasi sebesar 0,09 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,55 persen.

Sementara Kota Luwuk pada bulan tersebut mengalami deflasi sebesar 0,58 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 3,81 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 4,25 persen. Kader PKK dari delapan kecamatan se-Kota Palu Sulteng saat mengikuti kegiatan Lomba Marisi pada giat Jambore PKK di Kota Palu, Selasa (7/11/2023). (ANTARA/Nur Amalia Amir).

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024