Palu (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palu, Sulawesi Tengah minta KPU setempat segera klaim surat suara pemilu ke penyedia jasa untuk di cetak kembali.

"Sudah kami sampaikan kepada KPU Palu melakukan klaim surat suara yang kurang maupun rusak," kata Ketua Bawaslu Kota Palu Agus Salim Wahid di Palu, Senin.

Ia mengemukakan, dari hasil sortir dan pelipatan surat suara untuk presiden dan wakil presiden ditemukan kekurangan sebanyak 353 lembar, dan 21 lembar rusak dari jumlah surat suara datang 276.737 lembar.

kemudian surat suara DPD-RI daerah pemilihan (dapil) Sulteng kurang sebanyak 121 lembar, dan 98 lembar rusak dari jumlah surat suara datang 277.048 , suara suara DPR kurang sebanyak 1.221 lembar, dan 1.337 lembar rusak dari 277.185 lembar surat suara datang, surat suara DPRD provinsi kurang 853 lembar, dan 842 rusak dari 277.058 lembar.

"Pengawasan logistik surat suara harus dipastikan tempat jumlah maupun tepat kualitas. Logistik yang dinyatakan kurang dan rusak akan disampaikan kepada pihak penyedia jasa untuk di cetak kembali," ujarnya.
  Ketua Bawaslu Kota Palu, Agus Salim Wahid menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pengawasan sortir dan pelipatan surat suara untuk DPRD kota berlangsung di gudang logistik KPU Kota Palu, Senin (8/1/2024). ANTARA/Moh Ridwan
Dari laporan KPU setempat, klaim surat suara dan logistik lainnya dilakukan bersamaan melalui KPU Sulteng dengan mengirimkan laporan kekurangan surat suara tersebut.

Ia menjelaskan, logistik salah satu kebutuhan pemilu yang perlu mendapat pengawasan ketat, karena tingkat kebutuhannya sangat prioritas sebab digunakan pada saat hari pemungutan suara.

"Saat ini sedang berlangsung sortir dan pelipatan untuk DPRD kota, ini juga tidak luput dari pengawasan Bawaslu," ucap Agus.

Masing-masing jenis surat suara berjumlah 277.069 lembar, terdiri dari 271.124 lembar di antaranya surat suara digunakan pada saat pemungutan suara di TPS sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dan sisanya 5.945 lembar disiapkan untuk cadangan atau tambahan 2 persen.
 

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2024