Fauzia Tidak Pernah Ragu Manfaatkan Program JKN
Kamis, 28 Maret 2024 12:11 WIB
Fauzia, salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ANTARA/HO-BPJS Kesehatan
Palu (ANTARA) - Fauzia (39) merupakan salah satu warga Kota Palu yang sering memanfaatkan Program JKN. Ia mengaku terdaftar menjadi peserta JKN sejak sembilan tahun yang lalu dan tidak pernah ada keraguan atas program pemerintah ini. Meski di awal berdirinya Program JKN terdapat isu negatif yang beredar, namun dirinya tidak pernah memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan.
“Selama saya memanfaatkan kepesertaan JKN, saya tidak pernah mengalami pengalaman yang buruk. Di awal program ini terbentuk, mungkin antrean di rumah sakit memang masih sangat banyak, tetapi itu merupakan hal yang wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengalaman yang saya rasakan, semakin hari pelayanan di fasilitas kesehatan semakin bagus, tidak ada lagi penumpukan pasien yang antre di rumah sakit. Apalagi saat ini pasien sudah bisa mengambil antrean secara online dan antreannya dapat di-monitoring melalui Aplikasi Mobile JKN. Jadi pasien bisa datang saat antreannya sudah dekat, sehingga sangat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien,” ujarnya, Rabu (6/3).
Ditemui saat sedang menjalani rawat inap, Fauzia mengaku memanfaatkan kepesertaan JKNnya untuk mengobati penyakit yang kini tenagh ia alami. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah lama mengidap penyakit gastritis akut dimana lapisan lambungnya mengalami peradangan yang timbul secara mendadak sehingga merasakan sakit di bagian perut. Atas dasar tersebut, membuat Fauzia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu untuk mendapatkan perawatan.
“Saya sudah tiga hari dirawat di sini, sekarang keadaan semakin membaik. Inilah mafaatnya jika terdaftar sebagai peserta JKN. Jika tiba-tiba sakit bisa langsung ke fasilitas kesehatan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan, iurannya juga sangat terjangkau bagi masyarakat,” terangnya.
Fauzia merupakan salah satu karyawan di perusahaan swasta di Kota Palu. Baginya BPJS Kesehatan merupakan asuransi kesehatan yang sangat lengkap karena tidak ada batasan hari rawat ataupun penyakit, selama berdasarkan indikasi medis atau bukan penyakit yang ditimbulkan sendiri atau yang menyangkut perawatan kecantikan semua dapat dijamin.
“Saya beberapa kali keluar kota karena urusan pekerjaan ataupun pulang kampung, dan saat di luar kota penyakit saya kambuh, saya beberapa kali dibawa ke falitas kesehatan baik itu ke puskesmas maupun ke rumah sakit, dan kepesertaan JKN saya ternyata bisa digunakan. Saya pikir BPJS Kesehatan ini hanya berlaku di puskesmas tempat kita terdaftar atau di rumah sakit di daerah tempat tinggal. Ternyata saat keluar kota pun bisa digunakan apabila tiba-tiba sakit. Saya sangat terbantu dengan hadirnya program JKN,” cerita Fauzia.
Pelayanan yang pernah ia manfaatkan adalah pelayanan gigi di puskesmas dan sudah beberapa kali menjalani rawat inap di rumah sakit. Menurutnya, administrasi di fasilitas kesehatan sangat mudah dan cepat, tidak dimintai lagi fotokopi ataupun berkas-berkas lain, hanya dengan memperlihatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dirinya sudah dilayani.
“Pasti sudah banyak masyarakat yang terbantu dengan Program JKN ini. Selama pelayanannya sesuai prosedur, tidak perlu khawatir akan biaya yang timbul karena semua pasti akan dijamin. Selama saya mendapatkan layanan di puskesmas ataupun di rumah sakit, tidak nampak ada perbedaan layanan antara pasien lain, semua dilayani sama sesuai kebutuhan, yang membedakan hanya hak kelas rawat pasiennya saja," tambahnya.
Atas manfaat yang telah ia rasakan, Fauzia selalu menyarankan orang-orang terdekatnya agar terdaftar ke dalam Program JKN dan menjaga kepesertaannya tetap aktif, agar saat diperlukan bisa segera datang ke fasilitas kesehatan. Untuk itu, Fauzia berharap semoga pelayanan Program JKN di fasilitas kesehatan yang sudah baik, semakin baik lagi agar masyarakat merasakan kepuasan dan manfaat yang luar biasa dari program ini. (tm/nh)
“Selama saya memanfaatkan kepesertaan JKN, saya tidak pernah mengalami pengalaman yang buruk. Di awal program ini terbentuk, mungkin antrean di rumah sakit memang masih sangat banyak, tetapi itu merupakan hal yang wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengalaman yang saya rasakan, semakin hari pelayanan di fasilitas kesehatan semakin bagus, tidak ada lagi penumpukan pasien yang antre di rumah sakit. Apalagi saat ini pasien sudah bisa mengambil antrean secara online dan antreannya dapat di-monitoring melalui Aplikasi Mobile JKN. Jadi pasien bisa datang saat antreannya sudah dekat, sehingga sangat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien,” ujarnya, Rabu (6/3).
Ditemui saat sedang menjalani rawat inap, Fauzia mengaku memanfaatkan kepesertaan JKNnya untuk mengobati penyakit yang kini tenagh ia alami. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah lama mengidap penyakit gastritis akut dimana lapisan lambungnya mengalami peradangan yang timbul secara mendadak sehingga merasakan sakit di bagian perut. Atas dasar tersebut, membuat Fauzia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu untuk mendapatkan perawatan.
“Saya sudah tiga hari dirawat di sini, sekarang keadaan semakin membaik. Inilah mafaatnya jika terdaftar sebagai peserta JKN. Jika tiba-tiba sakit bisa langsung ke fasilitas kesehatan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan, iurannya juga sangat terjangkau bagi masyarakat,” terangnya.
Fauzia merupakan salah satu karyawan di perusahaan swasta di Kota Palu. Baginya BPJS Kesehatan merupakan asuransi kesehatan yang sangat lengkap karena tidak ada batasan hari rawat ataupun penyakit, selama berdasarkan indikasi medis atau bukan penyakit yang ditimbulkan sendiri atau yang menyangkut perawatan kecantikan semua dapat dijamin.
“Saya beberapa kali keluar kota karena urusan pekerjaan ataupun pulang kampung, dan saat di luar kota penyakit saya kambuh, saya beberapa kali dibawa ke falitas kesehatan baik itu ke puskesmas maupun ke rumah sakit, dan kepesertaan JKN saya ternyata bisa digunakan. Saya pikir BPJS Kesehatan ini hanya berlaku di puskesmas tempat kita terdaftar atau di rumah sakit di daerah tempat tinggal. Ternyata saat keluar kota pun bisa digunakan apabila tiba-tiba sakit. Saya sangat terbantu dengan hadirnya program JKN,” cerita Fauzia.
Pelayanan yang pernah ia manfaatkan adalah pelayanan gigi di puskesmas dan sudah beberapa kali menjalani rawat inap di rumah sakit. Menurutnya, administrasi di fasilitas kesehatan sangat mudah dan cepat, tidak dimintai lagi fotokopi ataupun berkas-berkas lain, hanya dengan memperlihatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dirinya sudah dilayani.
“Pasti sudah banyak masyarakat yang terbantu dengan Program JKN ini. Selama pelayanannya sesuai prosedur, tidak perlu khawatir akan biaya yang timbul karena semua pasti akan dijamin. Selama saya mendapatkan layanan di puskesmas ataupun di rumah sakit, tidak nampak ada perbedaan layanan antara pasien lain, semua dilayani sama sesuai kebutuhan, yang membedakan hanya hak kelas rawat pasiennya saja," tambahnya.
Atas manfaat yang telah ia rasakan, Fauzia selalu menyarankan orang-orang terdekatnya agar terdaftar ke dalam Program JKN dan menjaga kepesertaannya tetap aktif, agar saat diperlukan bisa segera datang ke fasilitas kesehatan. Untuk itu, Fauzia berharap semoga pelayanan Program JKN di fasilitas kesehatan yang sudah baik, semakin baik lagi agar masyarakat merasakan kepuasan dan manfaat yang luar biasa dari program ini. (tm/nh)
Pewarta : -
Editor : Mohamad Ridwan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 1.247 peserta ikuti turnamen pencak silat militer Kodam Palaka-Wira
02 February 2026 17:31 WIB
Terpopuler - Advetorial/Rilis
Lihat Juga
Tingkatkan kapasitas guru di Banggai, DSLNG gelar pelatihan AI, coding unplugged, dan growth mindset
23 February 2026 16:43 WIB
Siap mengaspal di lintasan dunia, 10 pebalap muda terpilih di Astra Honda racing school 2026
23 February 2026 9:55 WIB
Dukung generasi siap kerja, 30 ribu talenta SMK unjuk skill di festival vokasi satu hati 2026
23 February 2026 9:47 WIB
Jelang ramadhan, pendaftaran mudik dan balik bareng Honda dibuka untuk ribuan pemudik
18 February 2026 19:43 WIB
Inkulturasi, sebagai metodologi Teologis-praktis gereja dalam menghadapi posttruth
16 February 2026 18:25 WIB
Riding with purpose: kolaborasi honda Sulteng dan media gaungkan inklusivitas di hari kasih sayang
16 February 2026 16:51 WIB
Honda Community Fun Motour Camp 2026 perkuat solidaritas komunitas honda di Palu
16 February 2026 15:59 WIB