Kampoeng Batik, Pekalongan Terpilih Sebagai Desa Wisata Nasional
Senin, 24 September 2012 16:00 WIB
Seorang warga sedang membatik (FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Pekalongan - Kampoeng Batik di Kauman Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terpilih menjadi salah satu dari sepuluh desa wisata nasional yang dinilai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Pekalongan, Doyo Budi Wibowo di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa rencananya penghargaan sebagai Kampoeng Batik Kauman ini akan diserahkan pada Selasa (25/9) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
"Jika dalam urutan undangan, Kampoeng Batik Kauman masuk nomor tiga, tetapi kami tidak tahu juara berapa. Yang jelas, Kampoeng Batik Kauman ini masuk sepuluh besar sebagai desa wisata nasional," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa pada awalnya Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan masuk nominasi desa wisata nasional dengan puluhan daerah di Indonesia.
Sedangkan penilaian pemilihan desa wiasata ini, katanya, salah satunya berdasarkan pemanfaatan dana bantuan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pariwisata pada 2011 di masing daerah setempat.
Menurut dia, dari hasil tahapan penilaian sebagai nominator, Kampoeng Batik Kauman dinyatakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masuk sepuluh besar sebagai desa wisata nasional.
Sebanyak sepuluh daerah yang masuk sepuluh desa wisata nasional tersebut, yaitu Desa Bajiharjo (Gunung Kidul), Desa Banjarsari (Kulon Progo), Kelurahan Kauman (Kota Pekalongan), Desa Dieng Kulon (Banjarnegara), Desa Karangbanjar (Purbalingga), dan Kelurahan Bungus Selatan (Kota Padang).
Selain itu, Desa Pandai Sikek (Kabupaten Tanah Datar), Desa Lampulo (Banda Aceh), Desa Karang Tengah (Bantul, dan Desa Kembangarum (Sleman).
Ia mengatakan bahwa dengan penghargaan sebagai desa wisata nasional ini, diharapkan destinasi pariwisata Kota Pekalongan terus dilirik sebagai rujukan wisatawan datang ke daerah dengan 'branding' "Worlds City of Batik" ini.
"Saya berharap prestasi dan penghargaan yang diterima Kota Pekalongan ini akan makin meningkatkan pariwisata daerah setempat sebagai tujuan wisata nasional maupun internasional. Selain itu, nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," ucapnya, berharap. (KR-KTD)
Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kota Pekalongan, Doyo Budi Wibowo di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa rencananya penghargaan sebagai Kampoeng Batik Kauman ini akan diserahkan pada Selasa (25/9) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
"Jika dalam urutan undangan, Kampoeng Batik Kauman masuk nomor tiga, tetapi kami tidak tahu juara berapa. Yang jelas, Kampoeng Batik Kauman ini masuk sepuluh besar sebagai desa wisata nasional," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa pada awalnya Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan masuk nominasi desa wisata nasional dengan puluhan daerah di Indonesia.
Sedangkan penilaian pemilihan desa wiasata ini, katanya, salah satunya berdasarkan pemanfaatan dana bantuan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pariwisata pada 2011 di masing daerah setempat.
Menurut dia, dari hasil tahapan penilaian sebagai nominator, Kampoeng Batik Kauman dinyatakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masuk sepuluh besar sebagai desa wisata nasional.
Sebanyak sepuluh daerah yang masuk sepuluh desa wisata nasional tersebut, yaitu Desa Bajiharjo (Gunung Kidul), Desa Banjarsari (Kulon Progo), Kelurahan Kauman (Kota Pekalongan), Desa Dieng Kulon (Banjarnegara), Desa Karangbanjar (Purbalingga), dan Kelurahan Bungus Selatan (Kota Padang).
Selain itu, Desa Pandai Sikek (Kabupaten Tanah Datar), Desa Lampulo (Banda Aceh), Desa Karang Tengah (Bantul, dan Desa Kembangarum (Sleman).
Ia mengatakan bahwa dengan penghargaan sebagai desa wisata nasional ini, diharapkan destinasi pariwisata Kota Pekalongan terus dilirik sebagai rujukan wisatawan datang ke daerah dengan 'branding' "Worlds City of Batik" ini.
"Saya berharap prestasi dan penghargaan yang diterima Kota Pekalongan ini akan makin meningkatkan pariwisata daerah setempat sebagai tujuan wisata nasional maupun internasional. Selain itu, nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," ucapnya, berharap. (KR-KTD)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020