Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memastikan pembangunan kesehatan di ibu kota Sulawesi Tengah berjalan efektif dan berkelanjutan guna menjamin terciptanya derajat kesehatan masyarakat yang kolektif.

"Kesehatan salah satu hak dasar yang harus diperoleh masyarakat. Maka pemerintah hadir untuk memenuhi kebutuhan itu melalui kebijakan daerah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu Irmayanti Petalolo saat menghadiri rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit berlangsung di Palu, Kamis.

Ia mengemukakan, tantangan penyakit menular maupun tidak menular saat ini semakin dinamis, seiring perkembangan zaman tingginya mobilitas masyarakat serta perubahan lingkungan.

Maka pembangunan kesehatan perlu penguatan kolaborasi lintas sektor melalui perumusan langkah-langkah strategis, dan menyatukan komitmen dalam menekan angka kesakitan serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Pembangunan kesehatan bukan hanya aspek infrastruktur, sasaran antara dan prasarana maupun pelayanan, tetapi secara menyeluruh sehingga derajat kesehatan masyarakat terjamin," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu kolaborasi lintas sektor yakni menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam menjamin kesehatan masyarakat, melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut data Pemkot Palu, dari jumlah penduduk ibu kota Sulawesi Tengah 389,96 ribu jiwa pada 2024, hampir semua telah terlindungi JKN dan pemerintah setempat terus melakukan langkah-langkah percepatan.

Atas komitmen itu, Pemkot Palu masuk menjadi salah satu daerah penerima penghargaan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Covergae (UHC) Awad 2026 dari pemerintah pusat yang dijadwalkan pada Januari.

"Ini salah satu bentuk keseriusan pemda memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama warga pra sejahtera yang menjadi fokus perlindungan JKN melalui pembiayaan daerah," tutur Irmayanti.

Kata dia, Pemkot Palu melalui Dinas Kesehatan kini telah menghadirkan layanan posyandu mobile atau posyandu bergerak, sebagai implementasi arahan Wali Kota Palu.

Layanan ini menyediakan tenda dan berbagai peralatan kesehatan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum memiliki fasilitas posyandu.

"Kami berharap dengan adanya posyandu mobile, semakin banyak ibu-ibu yang membawa balita ke posyandu untuk mengecek kesehatan anak,” ucapnya.

Ia menambahkan, baru-baru ini Kota Palu meraih penghargaan sebagai Kota Berkinerja Baik dalam percepatan penurunan stunting atau tengkes, dan menjadi satu-satunya daerah di Pulau Sulawesi yang menerima penghargaan tersebut.


Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026