Istanbul (ANTARA) - Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Ahad malam bahwa Israel menyetujui pembukaan kembali secara terbatas Penyeberangan Rafah sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza.

“Sebagai bagian dari rencana 20 poin Presiden Trump, Israel telah menyetujui pembukaan kembali terbatas Penyeberangan Rafah untuk lintasan pejalan kaki saja, dengan syarat mekanisme pemeriksaan penuh oleh Israel,” tulis kantor Netanyahu dalam pernyataan di platform X milik perusahaan media sosial AS.

“Pembukaan kembali penyeberangan itu dikondisikan pada pemulangan semua sandera yang masih hidup dan upaya 100 persen oleh Hamas untuk menemukan serta mengembalikan semua sandera yang telah meninggal.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa Israel akan membuka penyeberangan tersebut setelah operasi pencarian jenazah prajurit Israel Ran Gvili selesai dilakukan.

Israel telah menutup sepenuhnya sisi Palestina dari Penyeberangan Rafah sejak Mei 2024 sebagai bagian dari ofensif dua tahunnya di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 71.400 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak Oktober 2023.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel mengaitkan pembukaan kembali sisi Palestina dengan pemulangan jenazah sandera terakhirnya dari Gaza.

Penyeberangan Rafah, yang menghubungkan Gaza dan Mesir, semula dijadwalkan dibuka kembali pada Oktober dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober, tetapi Israel tidak mematuhi kesepakatan tersebut.

Sejak fase pertama gencatan senjata, faksi-faksi Palestina telah membebaskan 20 sandera Israel dalam keadaan hidup dan mengembalikan jenazah 27 lainnya. Jenazah Gvili masih belum ditemukan.

Sejak perjanjian gencatan senjata berlaku, militer Israel telah melakukan ratusan pelanggaran, menewaskan sedikitnya 484 warga Palestina dan melukai 1.321 lainnya, ungkap Kementerian Kesehatan.

Sumber: Anadolu



 

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Andriy Karantiti
Copyright © ANTARA 2026