Palu (ANTARA) -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah mendorong integrasi isu pemilu dan demokrasi, dalam penyusunan kurikulum fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

“Tema kepemiluan memiliki korelasi kuat dengan sejumlah mata kuliah, yang akan diprogramkan dalam kurikulum baru tahun ajaran 2026,” kata Ketua Bawaslu Sulteng Nasrun di Palu, Kamis.

Dia diundang sebagai narasumber pada Workshop Finalisasi Penyusunan Dokumen Kurikulum Fakultas UIN Datokarama Palu. Dia berpandangan isu yang berkaitan dengan pemilu dan demokrasi, sangat penting, khususnya di Fakultas Ushuluddin dan Adab.

Nasrun menyampaikan bahwa keterlibatan Bawaslu dalam forum akademik, sejalan dengan program kelembagaan Bawaslu pada masa non-tahapan pemilu, antara lain melalui penguatan sosialisasi pengawasan partisipatif, konsolidasi demokrasi, serta program Bawaslu membelajarkan.

Ia berharap, melalui workshop tersebut dapat terbangun sinergi dan kerja sama kelembagaan antara Bawaslu Sulawesi Tengah dan UIN Datokarama Palu, yang ke depan dapat diperkuat melalui perjanjian kerja sama (MoU).

Selain itu, hasil penyusunan kurikulum ini diharapkan melahirkan mata kuliah yang berkaitan langsung dengan kepemiluan dan demokrasi, sehingga Bawaslu memiliki ruang untuk berkontribusi dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada mahasiswa, khususnya di Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Datokarama Palu.

Keterlibatan Bawaslu dalam dunia akademik, dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemahaman demokrasi sejak bangku perguruan tinggi. Serta mendorong lahirnya generasi muda yang sadar akan pentingnya pengawasan pemilu yang partisipatif.