Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mengusulkan penambahan luas lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di daerah itu menjadi 8 hektare.
"Jadi kenapa Sekolah Rakyat di Sigi belum mulai dibangun, karena saya mengusulkan penambahan lahan dari 6 hektare menjadi 8 hektare, agar sekaligus dibangunkan stadion di lokasi Sekolah Rakyat tersebut," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat ditemui awak media di Dolo, Jumat.
Ia mengemukakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi rencananya mulai awal Juli 2026.
"Tentunya semua persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat di Sigi sudah ada semua, hanya ada beberapa dokumen masih dalam proses selanjutnya," ucapnya.
Ia menuturkan, berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, 104 Sekolah Rakyat segera dibangun di seluruh Indonesia pada tahun ini.
"Insya Allah Kabupaten Sigi sudah masuk daftar pembangunan Sekolah Rakyat tahun ini, karena saat ini di Sigi sudah ada rombongan belajar (rombel) Sekolah Rakyat di Sentra Nipotowe milik Kementerian Sosial," sebutnya.
Diketahui di Sulawesi Tengah sudah ada dua Sekolah Rakyat yang beroperasi, yakni di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
"Sekolah Rakyat di Sigi ada dua rombel tingkat SMP, sehingga Sekolah Rakyat yang segera dibangun ini mulai tingkat SD, SMP dan SMA," kata dia.
Berdasarkan aturan prioritas, yang bisa masuk ke Sekolah Rakyat adalah anak dari keluarga miskin, anak putus sekolah, termasuk anak yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).