Sukabumi - Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) Jenderal Polisi Timur Pradopo melantik 848 bintara menjadi perwira berpangkat inspektur dua (ipda) dengan rincian asal 798 Bintara Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dan 50 Bintara Sekolah Inspektur Perwira Sumber Sarjana (SIP-SS).
"Ini adalah momen penting dari program pendidikan perwira SIP dan SIPSS. Maka secara kuantitas Polri telah mangangkat 848 orang yang nantinya akan menjadi satuan perwira Polri yang harus menjalankan tugas sebaik-baiknya," kata Jenderal Polisi Timur Pradopo dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Prasetya Perwira SIP angkatan 41 dan SIP-SS 2012 di Lapangan Soetadi Ronodiporo Sukabumi, Senin.
Jenderal Timur Pradopo mengatakan program pendidikan perwira merupakan aspek penting dalam proses lahirnya satuan perwira Polri. Namun pengembangan pribadi untuk mengoptimalkan kemampuan diri perlu terus diupayakan oleh semua perwira.
Timur berpesan kepada perwira untuk menjadikan semua dasar kompetensi seperti teknis kemampuan polisi, kemampuan manajerial, dan kecintaan institusi kepada Polri sebagai fondasi dan dasar awal pengabdian perwira.
"Segala pengetahuan dan kemampuan itu adalah sangat penting, dengan begitu kita akan memiliki perwira yang berintegritas dan mengabdi kepada negara," ujarnya.
Berdasarkan data sekolah Pembentukan Perwira-Lembaga Pendidikan Kepolisian (Setukpa-Lemdikpol), untuk pendidikan perwira SIP telah dimulai pada 12 April 2012 selama tujuh bulan hingga 13 november 2012.
Para peserta pendidikan perwira SIP berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 565 bintara merupakan lulusan SMU dan sederajat. Kemudian lulusan Strata satu (S1) sebnyak 230 orang, dan Strata dua (S2) sebanyak lima orang.
Dari 798 peserta yang direkrut dari berbagai satuan kerja wilayah, sebanyak 564 orang merupakan brigadir kepala (bripka), 170 orang berpangkat ajun inspektur dua (aipda) dan 66 orang merupakan ajun inspektur satu (aiptu).
Selain 798 SIP, terdapat 50 bintara Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIP-SS) yang berasal dari berbagai bidang studi seperti Ilmu Komunikasi, Psikologi dan Kedokteran telah menjalani pendidikan selama enam bulan.(I029/SKD)
"Ini adalah momen penting dari program pendidikan perwira SIP dan SIPSS. Maka secara kuantitas Polri telah mangangkat 848 orang yang nantinya akan menjadi satuan perwira Polri yang harus menjalankan tugas sebaik-baiknya," kata Jenderal Polisi Timur Pradopo dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Prasetya Perwira SIP angkatan 41 dan SIP-SS 2012 di Lapangan Soetadi Ronodiporo Sukabumi, Senin.
Jenderal Timur Pradopo mengatakan program pendidikan perwira merupakan aspek penting dalam proses lahirnya satuan perwira Polri. Namun pengembangan pribadi untuk mengoptimalkan kemampuan diri perlu terus diupayakan oleh semua perwira.
Timur berpesan kepada perwira untuk menjadikan semua dasar kompetensi seperti teknis kemampuan polisi, kemampuan manajerial, dan kecintaan institusi kepada Polri sebagai fondasi dan dasar awal pengabdian perwira.
"Segala pengetahuan dan kemampuan itu adalah sangat penting, dengan begitu kita akan memiliki perwira yang berintegritas dan mengabdi kepada negara," ujarnya.
Berdasarkan data sekolah Pembentukan Perwira-Lembaga Pendidikan Kepolisian (Setukpa-Lemdikpol), untuk pendidikan perwira SIP telah dimulai pada 12 April 2012 selama tujuh bulan hingga 13 november 2012.
Para peserta pendidikan perwira SIP berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 565 bintara merupakan lulusan SMU dan sederajat. Kemudian lulusan Strata satu (S1) sebnyak 230 orang, dan Strata dua (S2) sebanyak lima orang.
Dari 798 peserta yang direkrut dari berbagai satuan kerja wilayah, sebanyak 564 orang merupakan brigadir kepala (bripka), 170 orang berpangkat ajun inspektur dua (aipda) dan 66 orang merupakan ajun inspektur satu (aiptu).
Selain 798 SIP, terdapat 50 bintara Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIP-SS) yang berasal dari berbagai bidang studi seperti Ilmu Komunikasi, Psikologi dan Kedokteran telah menjalani pendidikan selama enam bulan.(I029/SKD)