Sleman (antarasulteng.com) - Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso menegaskan penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu dinihari tidak ada hubungannya dengan Satuan Kopassus.
         
"Pelaku adalah kelompok tidak dikenal, dan tidak ada hubungannya dengan Kopassus," kata Hardiono di Lapas Sleman, Sabtu.
         
Menurut dia, anggota TNI AD yang meninggal dunia dalam kasus pengeroyokan di salah satu tempat hiburan di Sleman beberapa waktu lalu juga bukan anggota Kopassus.
          
"Sertu Santosa yang menjadi korban dalam kejadian pengeroyokan di tempat hiburan adalah anggota Intel Kodam IV Diponegoro yang sedang menjalankan tugas. Dulu memang bertugas di Kopassus, namun saat kejadian sudah tidak lagi," katanya.
         
Ia mengatakan, pihaknya akan membantu Polda DIY untuk mengungkap kelompok pelaku penyerangan Lapas Cebongan.
         
"Tugas saya di wilayah Yogyakarta membantu Polda DIY mengungkap pelaku, dan kami juga tidak akan berspekulasi," katanya.
         
Ia mengatakan, kelompok pelaku bersenjata api dan terlatih itu bukan indikasi pelaku dari militer.
         
"Kelompok teroris juga terlatih, mereka juga bersenjata api dan dapat membuat bom. Yang terlatih belum tentu tentara," katanya.
         
Hardiono mengatakan, kelompok-kelompok pengacau atau preman diharapkan tidak lagi melukai hati rakyat.
          
"Preman jangan lagi lukai rakyat, jangan lukai polisi dan tentara yang sedang bertugas," katanya.

Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2024