Kirab Budaya Puncaki "Ruwat-Rawat Borobudur"
Selasa, 30 April 2013 11:55 WIB
"Ruwat-Rawat Borobudur" ke-10 berlangsung sejak awal Mei hingga pertengahan Juni 2013. (ANTARA/Anis Efizudin)
Borobudur (antarasulteng.com) - Kirab budaya yang diikuti sekitar 100 kelompok kesenian
tradisional akan memeriahkan puncak acara "Ruwat-Rawat Borobudur" di
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 16 Juni mendatang.
"Mereka ada sekitar 100 grup, secara swadaya telah menyatakan keinginan kepada panitia untuk ikut dalam kirab nanti," kata Koordinator Kesenian Panitia "Ruwat-Rawat Borobudur", Manuto, di Borobudur, Selasa.
Kirab budaya, lanjut dia, akan menempuh jarak sekitar satu kilometer dari halaman Pusat Informasi Turis Pemkab Magelang di Jalan Balaputera Dewa, Kecamatan Borobudur, menuju ke halaman Candi Borobudur.
Menurut Ketua Panitia "Ruwat-Rawat Borobudur", Sucoro, peserta kirab akan mengelilingi pelataran Candi Borobudur selama satu jam sementara 47 paranormal melakukan prosesi ritual sebagai simbol upaya budaya untuk melestarikan peninggalan Dinasti Syailendra tersebut.
"Untuk menyerukan tentang pentingnya konservasi secara berkelanjutan atas Candi Borobudur dan juga kawasannya harus tetap dijaga, karena baik candi maupun masyarakat sekitar saling mendukung untuk berbagai kepentingan masa depan," katanya.
Kelompok-kelompok kesenian tradisional yang antara lain berasal dari Kecamatan Ngablak, Pakis, Tegalrejo, Dukun, Sawangan, Kaliangkrik, Windusari, dan Ngluwar akan menampilkan berbagai pertunjukan termasuk kuda lumping, kubro siswo, campur bawur, grasak, soreng dan ndayakan.
"Mereka ada sekitar 100 grup, secara swadaya telah menyatakan keinginan kepada panitia untuk ikut dalam kirab nanti," kata Koordinator Kesenian Panitia "Ruwat-Rawat Borobudur", Manuto, di Borobudur, Selasa.
Kirab budaya, lanjut dia, akan menempuh jarak sekitar satu kilometer dari halaman Pusat Informasi Turis Pemkab Magelang di Jalan Balaputera Dewa, Kecamatan Borobudur, menuju ke halaman Candi Borobudur.
Menurut Ketua Panitia "Ruwat-Rawat Borobudur", Sucoro, peserta kirab akan mengelilingi pelataran Candi Borobudur selama satu jam sementara 47 paranormal melakukan prosesi ritual sebagai simbol upaya budaya untuk melestarikan peninggalan Dinasti Syailendra tersebut.
"Untuk menyerukan tentang pentingnya konservasi secara berkelanjutan atas Candi Borobudur dan juga kawasannya harus tetap dijaga, karena baik candi maupun masyarakat sekitar saling mendukung untuk berbagai kepentingan masa depan," katanya.
Kelompok-kelompok kesenian tradisional yang antara lain berasal dari Kecamatan Ngablak, Pakis, Tegalrejo, Dukun, Sawangan, Kaliangkrik, Windusari, dan Ngluwar akan menampilkan berbagai pertunjukan termasuk kuda lumping, kubro siswo, campur bawur, grasak, soreng dan ndayakan.
Pewarta : Hari Atmoko
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020