Poso (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Poso, menyuplai bantuan bibit durian sebanyak 7.500 pohon khusus diberikan untuk petani di Desa Kuku, Kecamatan Pamona Utara, sebagai kampung durian.

Kepala Dinas Pertanian Poso, Suratno melalui Kepala Seksi Benih Tanaman dan Hortikultura, Mariam mengatakan pemberian bibit durian itu, untuk pengembangan kampung durian ke depan. 

Dia mengatakan tahun depan tidak ada lagi pemberian bibit durian, tetapi kecuali bantuan pendampingan dan pembinaan.

"Jumlah bibit itu berdasarkan data di lapangan, yang akan dibagikan gratis ke kepala keluarga berdasarkan luas lahan," kata Mariam, di Poso, Kamis. 

Bibit durian itu terdiri dari tujuh varietas lokal unggul, yakni jenis petruk sebanyak 2.000 pohon, matahari 2.000 pohon, raja 1.500 pohon, simas 400 pohon, kani 1.600 pohon, rangga 500 pohon dan radjiji 200 pohon. 

Baca juga: Kampung durian Kuku digenjot jadi lokasi agrowisata
Baca juga: Pemda Poso gelar Padungku Durian di Desa Kuku

Untuk jenis rangga dan radjiji menurutnya, merupakan bibit unggul lokal Poso yang telah terakreditasi. Dua jenis bibit itu, tidak di bagikan ke masyarakat, tetapi hanya untuk dikembangkan di penangkaran bibit durian di Desa Kuku. 

Dia mengatakan dengan banyaknya varietas bibit durian itu, di programkan Desa Kuku ke depan bisa menjadi suatu kebun entris durian. Sehingga siapapun yang akan membutuhkan bibit durian dalam jumlah banyak ataupun sedikit, sudah tersedia di Desa Kuku. 

"Bibit durian yang diberikan di Desa Kuku, secara resmi telah bersertifikat dan tidak perlu diragukan kualitasnya," katanya.

Dia berharap agar masyarakat Desa Kuku menggunakan sebaik-baiknya bantuan itu, sebab bantuan bibit khusus durian akan berakhir 2019. Sementara untuk pendampingan hanya sampai tahun 2021, dan bantuan itu untuk Kabupaten Poso hanya diberikan di Desa Kuku. 

Dia mengatakan meskipun durian merupakan tanaman tahunan, namun masyarakat dapat menanam tanaman palawija di sela tanaman durian itu.  

Dia berharap, dengan banyaknya bantuan bibit itu, masyarakat dapat mengembangkan durian sebagai prospek ekonomi ke depan.***

Pewarta : Fery Timparosa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2024