Jerman Kalahkan Ekuador 4-2
Kamis, 30 Mei 2013 9:42 WIB
Lukas Podolski (antara)
Boca Raton, Florida (antarasulteng.com) - Lukas Podolski mencetak gol tercepat dalam pertandingan persahabatan internasional ketika tim lapis kedua Jerman mengalahkan Ekuador 4-2 pada pertandingan persahabatan internasional, Rabu malam waktu setempat.
Striker Arsenal itu menjalakan gol ketika pertandingan baru berlangsung sembilan detik dan Jerman masih tetap menunjukkan kekuatan mengesankan pada laga itu.
Para penonton terhenyak di bangku mereka ketika Podolski melewati pemain bertahan Gabriel Achilier. Dengan rasa percaya diri tinggi, ia menjebloskan bola ke dalam gawang Ekuador.
Gol yang diciptakan Davide Gualtieri ketika laga baru berlangsung 8,3 detik untuk San Marino ketika melawan Inggris pada 1993 tercatat dalam dokumen FIFA sebagai gol tercepat pada pertandingan Piala Dunia.
Jerman unggul 2-0 ketika laga berlangsung tiga menit saat Sidney Sam mendapat bola dari Lars Bender di lini tengah, dan tidak ada pemain bertahan di dekatnya, sehingga ia tak tertahan ia menggetarkan gawang lawan.
Pada menit ke-17, Max Kruse lolos di sisi kiri dan menerusaan bola kepada Podolski sehingga angka mereka bertambah, kemudian menjadi empat gol (4-0) ketika laga berlangsung 24 menit ketika Roman Neustaedter memberi umpan kepada Bender yang dengan sigap memperdaya penjaga gawang Ekuador, Maximo Banguera.
Tim asuhan Joachim Loew itu, tanpa diperkuat beberapa pemain finalis Liga Champions Bayern Muenchen atau Borussia Dortmund, mendominasi pertandingan, dengan memperagakan kekuatan lini bertahan mereka.
Beberapa saat sebelum turun minum, Ekuador memperkecil kekalahan mereka melalui pemain sayap Manchester United Antonio Valencia dan mereka menambag golnya lewat pergerakan bagus pada menit ke-84 melalui tembakan dari titik bebas yang dilancarkan kapten Walter Ayovi.
Di antara permainan itu, penjaga gawang Jerman Rene Adler melakukan pengamanan ganda meyakinkan pada menit ke-58 saat menjinakkan gebrakan dari Valencia serta yang berikutnya dari Jefferson Montero.
Jerman akan memainkan pertandingan persahabaatan kedua melawan tim asuhan Juergen Klinsmann, Amerika Serikat, di Washington, Minggu. (SKD)
Striker Arsenal itu menjalakan gol ketika pertandingan baru berlangsung sembilan detik dan Jerman masih tetap menunjukkan kekuatan mengesankan pada laga itu.
Para penonton terhenyak di bangku mereka ketika Podolski melewati pemain bertahan Gabriel Achilier. Dengan rasa percaya diri tinggi, ia menjebloskan bola ke dalam gawang Ekuador.
Gol yang diciptakan Davide Gualtieri ketika laga baru berlangsung 8,3 detik untuk San Marino ketika melawan Inggris pada 1993 tercatat dalam dokumen FIFA sebagai gol tercepat pada pertandingan Piala Dunia.
Jerman unggul 2-0 ketika laga berlangsung tiga menit saat Sidney Sam mendapat bola dari Lars Bender di lini tengah, dan tidak ada pemain bertahan di dekatnya, sehingga ia tak tertahan ia menggetarkan gawang lawan.
Pada menit ke-17, Max Kruse lolos di sisi kiri dan menerusaan bola kepada Podolski sehingga angka mereka bertambah, kemudian menjadi empat gol (4-0) ketika laga berlangsung 24 menit ketika Roman Neustaedter memberi umpan kepada Bender yang dengan sigap memperdaya penjaga gawang Ekuador, Maximo Banguera.
Tim asuhan Joachim Loew itu, tanpa diperkuat beberapa pemain finalis Liga Champions Bayern Muenchen atau Borussia Dortmund, mendominasi pertandingan, dengan memperagakan kekuatan lini bertahan mereka.
Beberapa saat sebelum turun minum, Ekuador memperkecil kekalahan mereka melalui pemain sayap Manchester United Antonio Valencia dan mereka menambag golnya lewat pergerakan bagus pada menit ke-84 melalui tembakan dari titik bebas yang dilancarkan kapten Walter Ayovi.
Di antara permainan itu, penjaga gawang Jerman Rene Adler melakukan pengamanan ganda meyakinkan pada menit ke-58 saat menjinakkan gebrakan dari Valencia serta yang berikutnya dari Jefferson Montero.
Jerman akan memainkan pertandingan persahabaatan kedua melawan tim asuhan Juergen Klinsmann, Amerika Serikat, di Washington, Minggu. (SKD)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bareskrim Polri tangkap penyebar ujaran kebencian pendukung Lukas Enembe
02 January 2024 14:16 WIB, 2024
Kuasa Hukum: Tidak ada tanda-tanda drop sebelum Lukas Enembe meninggal
26 December 2023 16:11 WIB, 2023
FC Copenhagen dampingi Bayern Muenchen, MU tempati posisi juru kunci
13 December 2023 6:53 WIB, 2023
Pengadilan Tinggi vonis Lukas Enembe diperberat jadi 10 tahun penjara
07 December 2023 15:07 WIB, 2023
Terdakwa kasus dugaan suap Lukas Enembe minta dibebaskan dari segala dakwaan
21 September 2023 14:48 WIB, 2023
KPK mendalami perintah Lukas Enembe bawa uang miliaran pakai jet pribadi
11 September 2023 15:57 WIB, 2023