Selat Malaka Ditutupi Kabut Asap
Rabu, 19 Juni 2013 9:11 WIB
Kabut asap (FOTO ANTARA/Herry Murdy Hermawan)
Pekanbaru (antarasulteng.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun
Pekanbaru menyatakan wilayah perairan Selat Malaka saat ini ditutupi
kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan atau lahan di Riau.
"Dari pantauan satelit NOAA 18, dalam beberapa hari terakhir memang terjadi peningkatan jumlah titik api yang begitu pesat," kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Warih Budi Lestari di Pekanbaru, Selasa.
Ia mengatakan, pada Senin (17/6), terdapat 113 hotspot di Sumatera yang sebagian besar ada di Provinsi Riau.
"Kemarin, untuk Riau ada 106 titik panas, sementara lebihnya berada di Jambi sebanyak tiga titik, kemudian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung masing-masing satu titik panas," katanya.
Sebelumnya, Minggu (16/6), di Sumatera terdeteksi ada138 hotspot, 105 diantaranya ada di Riau.
"Dari pantauan satelit NOAA 18, dalam beberapa hari terakhir memang terjadi peningkatan jumlah titik api yang begitu pesat," kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Warih Budi Lestari di Pekanbaru, Selasa.
Ia mengatakan, pada Senin (17/6), terdapat 113 hotspot di Sumatera yang sebagian besar ada di Provinsi Riau.
"Kemarin, untuk Riau ada 106 titik panas, sementara lebihnya berada di Jambi sebanyak tiga titik, kemudian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung masing-masing satu titik panas," katanya.
Sebelumnya, Minggu (16/6), di Sumatera terdeteksi ada138 hotspot, 105 diantaranya ada di Riau.
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasto ajak mahasiswa di Riau jaga kepentingan nasional di Selat Melaka
18 August 2023 14:59 WIB, 2023
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Kantor Berita ANTARA tetap dampingi keluarga Bagus Khoirunas meski pencarian usai
19 September 2026 8:16 WIB