
Rumah Sakit Palu Banyak Rawat Pasien DBD

Palu, (antarasulteng.com) - Rumah sakit pemerintah dan swasta di Kota Palu, Sulawesi Tengah saat ini banyak merawat pasien yang menderita penyakit deman berdarah dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Emma Sukmawati di Palu, Minggu membenarkan dalam beberapa bulan terakhir ini rata-rata rumah sakit merawat penderita DBD.
"Selain penyakit DBD, juga yang penderita penyakit diare," katanya.
Ia mengaku, kedua penyakit itu merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat di ibu kota provinsi itu.
Namun, katanya, yang paling banyak penderita DBD.
Mengingat jumlah penderita DBD cenderung meningkat akhir-akhir ini, Sukmawati mengimbau masyarakat untuk lebih mewaspadainya.
Ia sarankan kepada masyarakat, apabila ada anggota keluarga yang sakit panas tingi lebih baik segera dibawah berobat ke dokter praktek, puskesman, atau langsung dilarikan ke rumah sakit.
Apalagi, jika panasnya sudah tiga hari tidak turun, kemungkinan yang bersangkutan terinveksi virus nyamuk aedes aegypti.
Sesuai data menunjukan selama priode Januari hingga Juli 2013 telah tercatat sekitar 525 kasus DBD terjadi di Kota Palu.
Ia mengaku serangan DBD banyak terjadi pada saat musim hujan.
Karena itu, warga perlu waspada dan jika ada diantara keluarga yang sakit, terutama suhu badan panas segera memeriksakan kepada dokter terdekat atau Puskesmas dan Rumah Sakit untuk mendapat pengobatan.
Ciri-ciri seseorang menderita DBD antara lain suhu badan meningkat, dan beberapa hari kemudian panasnya mereda sehingga orangtua menganggap anaknya sudah sembuh.
Pada saat suhu badan mereda itulah yang berbahaya karena kondisi badan masih lemah, dan jika tidak mendapatkan perawatan bisa berakibat fatal.
Sukmawati juga mengimbau warga untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama saluran air yang menjadi tempat bertelur, dan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.
Jangan sampai ada air tergenang, karena situlah nyamuk aedes aegypti bertelur dan berkembangbiak. Usahakan air mengalir, dan selalu dibersihkan.
Juga kalau ada kaleng-kaleng bekas atau benda lain yang memungkinkan dapat menampung air lebih baik dikubur.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng menyebutkan jumlah kasus DBD di daerah itu selama kurun tujuh bulan (Januari-Juli) 2013 tercatat sebanyak 1.161 dan tertinggi di Palu (525) kasus, Tolitoli 124 dan Morowali 134.(skd)
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
