Logo Header Antaranews Sulteng

Wapres Akui Potensi Laut Belum Dimanfaatkan Optimal

Minggu, 15 Desember 2013 12:55 WIB
Image Print
Wakil Presiden Boediono (keempat kanan) bersama Ny. Herawati Boediono didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu melambaikan tangan pada Parade dan Sailing Pass yang melewati Anjungan Nusantara, di Palu, Sulawesi Te
Jangan sampai kita menjadi bangsa yang diberi limpahan karunia alam namun tidak bisa memanfaatkannya dengan baik

Palu, (antarasulteng.com) - Wakil Presiden Boediono mengakui potensi kelautan Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber ketahanan ekonomi bangsa.

"Jangan sampai kita menjadi bangsa yang diberi limpahan karunia alam namun tidak bisa memanfaatkannya dengan baik," kata Wapres Boediono saat peringatan puncak Hari Nusantara 2013 di Kota Palu, Sabtu.

Dia mengatakan Indonesia memiliki sumber daya kelautan luar biasa, dan menurut kalangan potensinya mencapai Rp3.000 triliun per tahun.

Boediono mengatakan potensi itu berasal dari sektor perhubungan laut, industri maritim, perikanan, wisata bahari, energi dan sumber daya mineral, bangunan kelautan, serta jasa kelautan.

Dia mengatakan Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan segala potensi beragam.

Menurutnya, kedaulatan bangsa bangsa tidak lepas dari kedaulatan ekonomi sehingga Indonesia harus mengoptimalkan semua potensi yang ada.

Dia juga mengemukakan paradigma pembangunan saat ini masih berpotensi pada daratan.

Wapres Boediono meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu melanjutkan budidaya perikanan laut, menumbuhkan industri pengolahan hasil kelautan, bioteknologi kelautan, serta memantapkan pengendalian perikanan tangkap di seluruh wilayah Indonesia.

Boediono juga meminta konsep "blue economy" (ekonomi biru) dapat dijabarkan lebih lanjut dengan tujuan mendorong industri kecil inovatif, pariwisata, serta industri rumah tangga yang melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Blue economy" diharapkan mampu memperkuat pengelolaan potensi kelautan secara produktif, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Sebelumnya, pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan wilayah maritim Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga saat ini kurang diekspos padahal daerah laut itu mengandung potensi luar biasa.

"Sulteng hanya sering memamerkan potensi daratan padahal wilayah lautnya paling luas di Pulau Sulawesi," kata Dirjen Kelautan dan Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Terpencil pada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad, di Palu, Sabtu (14/12).

Pada acara bedah buku Ensiklopedia Pulau-Pulau Kecil Nusantara itu, dia mengatakan wilayah laut Sulawesi yang saat ini dikenal masyarakat adalah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

"Laut adalah kekuatan Sulawesi Tengah, mari kita manfaatkan potensinya," kata Sudirman.

Dia menggambarkan di wilayah Teluk Tomini terdapat 499 pulau kecil, dan belum bisa dimanfaatkan semuanya.

Menurutnya, sebuah pulau kecil jika dikelola dengan maksimal, baik dari potensi kelautan dan sektor jasa, maka akan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp1 triliun per tahun.

"Bayangkan, bagaimana dengan ribuan pulau lainnya yang ada di Sulawesi Tengah ini," katanya.

Sulawesi Tengah yang beribu Kota Palu memiliki luas daratan 61.841 kilometer persegi dan luas lautan mencapai 189.480 kilometer persegi dengan jumlah pulau sebanyak 1.134 buah.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026