Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkot Palu Programkan Pengerukan Lima Sungai

Selasa, 21 Januari 2014 11:28 WIB
Image Print
Alat berat digunakan untuk mengeruk sungai yang mengalami pendangkalan di bawah Jembatan Kuning Palu, Sulteng, Jumat (12/7). Pengerukan itu selain untuk melancarkan arus air sungai, juga untuk mencegah tergerusnya tiang jembatan tersebut. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Palu, (antarasulteng.com) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memprogramkan pengerukan lima sungai dangkal supaya tidak sering meluap dan menyebabkan banjir ke permukiman penduduk.

Kepala Dinas PU Kota Palu, Fardidarjoni, Selasa mengatakan kelima sungai yang akan dikeruk adalah Sombe Lewara, Kawatuna, Waenumpu, Watutela dan Pondoh.

Ia mengatakan sungai-sungai tersebut saat ini telah mengalami pendangkalan cukup parah.

Jika tidak dikeruk, dikhawatirkan warga permukiman di sekitar sungai-sungai akan kembali dilanda banjir.

Sungai Kawatuna yang bermuara di Sungai Palu di wilayah Jalan Anoa II, Kecamatan Palu Selatan, dan Miangas Kecamatan Palu Timur saat banjir airnya meluap ke permukiman warga.

Ada ratusan rumah di wilayah tersebut terendam banjir dan lumpur. Bahkan ada sejumlah rumah di daerah aliran sungai (DAS) Kawatuna nyaris diseret banjir.

Khusus untuk pengerukan Sungai Kawatuna sudah dikerjakan. "Pengerukan dimulai sejak Minggu (19/1)," katanya.

Ia mengatakan ada satu alat berat yang sedang melakukan pengerukan di sungai itu. Kota Palu cukup rawan banjir karena ada beberapa sungai kecil dan besar yang bermuara di Sungai Palu.

Ada beberapa permukiman warga yang dekat dengan DAS sehingga perlu mendapat perhatian, sebab sewaktu-waktu terancam banjir.(skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026