
Sulteng Masih Diguyur Hujan Lebat

"Bencana banjir dan tanah longsor masih sangat mungkin terjadi karena intensitas curah hujan di Sulteng cukup tinggi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu, Aschadi SR.
Palu (antarasulteng.com) - Sulawesi Tengah hingga Maret 2014 masih berpotensi besar diguyur hujan lebat sehingga pemerintah dan masyarakat harus tetap meningkatkan kesiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.
"Bencana banjir dan tanah longsor masih sangat mungkin terjadi karena intensitas curah hujan di Sulteng cukup tinggi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu, Aschadi SR, Sabtu.
Ia mengatakan berdasarkan foto saletit, masih terdapat banyak kumpulan awan tebal di seluruh wilayah Sulteng. Pembentukan awan tersebut sangat memungkinkan terjadinya hujan.
Menurut dia, semua wilayah di Sulteng ke depan masih akan dilanda hujan dengan ringan sampai lebat. Selain hujan, juga disertai angin kencang sehingga pohon-pohon besarpun bisa tumbang.
Gelombang laut di perairan Sulteng rata-rata di atas dua meter sehingga sangat berbahaya bagi pelayaran kapal-kapal kecil, termasuk kapal nelayan.
Aschadi mengingatkan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, daerah aliran sungai (DAS) dan perbukitan untuk waspasda terjadinya bencana alam.
Sulteng paling rawan bencana alam banjir dan tanah longsor karena selain banyak sungai, juga struktur tanah labil. ***
Pewarta : Anas Masa
Editor:
Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
