
Ukraina Minta Bantuan Barat

Sevastopol/Kiev (antarasulteng.com) - Pemerintah Ukraina meminta bantuan Barat untuk menghentikan Rusia menganeksasi Krimea yang akan memformalkan integrasinya dengan Moskow dalam beberapa hari ini.
Perdana Menteri Ukraina yang sedang menggelar pertemuan di Gedung Putih dan PBB, berkata kepada parlemennya di Kiev bahwa dia ingin AS dan Inggris sebagai penjamin Pakta 1994 yang mengamanatkan Ukraina untuk menyerahkan arsenal nuklir peninggalan Uni Sovietnya, untuk melakukan baik intervensi diplomatik maupun militer guna menghentikan agresi Rusia.
Tapi, meskipun pesawat-pesawat mata NATO berpatroli di perbatasan Polandia dan Romania sedangkan Angkatan Laut AS bersiap latihan militer di Laut Hitam, Barat tidak ingin menciptakan krisis Timur-Barat terburuk sejak Perang Dingin dengan membuka konflik militer melawan Moscow.
Diplomasi terbatas pada perang kata-kata ketika para pejabat kementerian luar negeri AS dan Rusia berbicara melalui telepon.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Moskow tidak memberi sedikit pun ruang untuk negosiasi, sedangkan Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan mengutuk bantuan keuangan AS ke rezim tidak sah di Kiev yang disebutnya ultranasionalis yang memiliki kaitan dengan Nazi.
Presiden Ukraina terguling Viktor Yanukovich yang muncul dalam sebuah konferensi pers mengatakan bahwa dia masih penguasa sah Ukraina, sedangkan parlemen Kiev menyebut referendum Krimea untuk bergabung dengan Rusia sebagai tidak sah.
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
