
IKM Luar Jawa Ditargetkan 45 Persen

Sulawesi Tengah, katanya, memiliki potensi besar dalam mendukung program Ditjen IKM mempercepat pertumbuhan unit usaha IKM di luar Jawa.
Palu - Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian menargetkan pada 2014 nanti, jumlah unit usaha IKM di luar Jawa sudah mencapai 45 persen dari total IKM di seluruh Indonesia.
"Saat ini baru mencapai 25 persen luar Jawa dan 75 persen di Jawa. Kita sedang berupaya agar pada 2014, IKM di luar Jawa sudah mencapai 45 persen," kata Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Euis Saedah di Palu, Sabtu.
Usai mengunjungi sejumlah unit usaha IKM di Kota Palu dalam rangkaian kunjungan kerja dua hari di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini, Euis mengemukakan bahwa pada 2014, indikator kinerja Ditjen IKM adalah menggeser kosentrasi IKM dari Jawa ke luar Jawa menjadi 45 persen.
Euis mengakui bahwa percepatan pertumbuhan IKM di luar Jawa itu merupakan "pekerjaan rumah" yang cukup berat sehingga membutuhkan dukungan dari daerah-daerah di luar Jawa, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Sulawesi Tengah, katanya, memiliki potensi besar dalam mendukung program Ditjen IKM mempercepat pertumbuhan unit usaha IKM di luar Jawa.
Karena itu, sudah dipilih beberapa komoditi unggulan untuk mendapat pembinaan yang intensif dan efektif yakni bawang goreng, ikan olahan, kakao olahan, rotan dan rumput laut.
Pembinaan pada ketiga jenis IKM unggulan ini akan melibatkan JICA (Japan International Cooperation Agency) yang akan memberikan pembinaan teknis bidang produksi, promosi dan pemasaran serta penguatan kelembagaan.
"Sulteng ini memiliki banyak sekali potensi untuk dikembangkan menjadi usaha IKM yang produktif dan punya daya saing," ujarnya.
Sementara itu, Okada dari JICA mengatakan bahwa pembinaan yang akan diberikan JICA kepada IKM unggulan di Sulteng adalah menyangkut berbagai hal yang belum bisa disediakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Ia memberi contoh soal bagaimana memanfaatkan peluang-peluang pameran dan promosi baik di dalam maupun luar negeri secara efektif, akan mendapat perhatian khusus JICA.
"Kalau soal bantuan dana kepada IKM, JICA tidak melakukannya karena Indonesia sudah termasuk negara dengan ekonomi yang baik, sehingga dana pembinaan IKM sudah memadai. Tinggal membina mereka dibidang teknis produksi, desain, promosi dan pemasaran," ujar Okada.
Usaha industri di Sulawesi Tengah dewasa ini didominasi IKM yakni mencapai 99 persen namun kontribusinya pada produk domestik regional bruto (PDRB) baru sekitar tujuh persen.
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
