Logo Header Antaranews Sulteng

Melihat "Dugderan" Di Semarang

Kamis, 19 Juli 2012 20:28 WIB
Image Print
Dugderan (Antara)

Semarang - Kirab budaya "Dugderan" yang merupakan tradisi tahunan untuk menyambut Ramadhan 1433 Hijriah berlangsung semarak dengan masyarakat menyaksikan secara antusias.

Kirab yang berlangsung Kamis itu dimulai dari Halaman Balai Kota Semarang dengan terlebih dahulu diawali sejumlah sambutan dan atraksi seni serta budaya.

"Tidak semua atraksi seni budaya dari masing-masing kecamatan kami tampilkan karena waktunya terbatas," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Kasturi di sela acara.

Kasturi mengatakan, peserta kirab budaya "Dugderan" pada 2012 lebih variatif karena tidak hanya diikuti oleh sejumlah sekolah, tetapi ada organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan, serta pelaku dan pegiat pariwisata.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa kirab budaya "Dugderan" terus dilakukan karena sebagai pertanda bahwa besok puasa.

"Di Masjid Kauman Johar dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dilakukan pemukulan bedug dan menyalakan meriam sehingga menghasilkan suara dug dan der, sehingga disebut Dugderan," katanya.

Kegiatan itu, kata lanjut Hendrar Prihadi, juga sebagai salah satu cara untuk menarik wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Setelah dari Halaman Balai Kota Semarang, peserta kirab budaya "Dugderan" menuju ke Masjid Kauman, Johar. Pelaksana Tugas Wali Kota Semarang dan istri menggunakan Kereta Kencana Solo, sedangkan pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menggunakan bendi.

Pada tradisi "Dudgeran 2012", melibatkan 30 bendi, sedangkan masing-masing bendi bagian depan bertuliskan nama-nama Bupati Semarang yang pernah memimpin Kota Semarang.

Pada 2012, Pemkot Semarang mencatat ada banyak warga negara asing yang menyaksikan kirab budaya "Dugderan" seperti berasal dari Jerman, Perancis, Ukraina, China, Taiwan, Korea, dan Jerman. Mereka mengikuti program AIESEC Universitas Diponegoro Semarang. (N008)



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026